Foto bersama usai pertemuan di Aula Lantai 3 Polresta Barelang. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, SH, SIK, MH menggelar pertemuan dengan pihak PT Bintang Kepri Jaya (BKJ) dan PT Siemens Indonesia bertempat di Aula Lantai III Polresta Barelang, Sabtu (28/1) sekira pukul 11.00 WIB. Pertemuan ini terkait permasalahan usaha pengambilan scaffodling.

Kegiatan juga dihadiri Dandim 0316 Batam Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan, Kasat Intelkam Polresta Barelang Kompol Yudiarta Rustam,A.Md., SS., MM, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Reza Morandy Tarigan, SIK, MH Serta Kapolsek Batu Ampar Kompol Salahuddin, SIK.

Untuk pihak PT Siemens Indonesia dihadiri Kepala Cabang PT Siemens Sanjay Dudjat, Kuasa Hukum Siemens Johanes Bagus, dan Raminda Unelly M Sembiring.

Dari PT Hapsibah dihadiri Direktur Juli Dimaini, Kuasa hukum Achsan Sajri dan Eko Nurisman. Dan dari PT. BKJ dihadiri Direktur Ahmad Syahbuddin als Arnold, beserta Kuasa Hukum Bali Dalo, Hardianto dan Febri Yolanda.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto mengatakan, sesuai perintah Presiden, TNI-POLRI harus menjaga iklim investasi.

“Kami TNI POLRI bersikap netral dalam hal ini, tidak memihak PT atau siapapun. Mari mengedepankan cara-cara musyawarah daripada kekerasan. Saya harap tidak ada pengerahan massa di PT Siemens karena PT Siemens sudah memenuhi kewajibannya melalui PT Hapsibah,” ujar Nugroho.

Dandim 0316 Batam, Letkol Kav. Sigit Dharma Wiryawan mengatakan, bahwa TNI membantu pihak kepolisian sesuai dengan OMSP (Operasi Militer Selain Perang).

“Kami setuju dengan pendapat Kapolresta untuk penyelesaian antara PT Hapsibah dengan PT BKJ. Kami juga berharap tidak ada massa ataupun tindakan premanisme dan unsur-unsur yang mengganggu kegiatan PT Siemens,” ucapnya.

Kapolresta juga mengatakan, dari pertemuan yang digelar tersebut, diperoleh kesepakatan yakni; PT. Siemens bersedia membayar sebesar Rp 4,5 miliar kepada PT. BKJ. Pembayaran akan dibayarkan sebesar Rp 3 miliar.

“Selanjutnya pembayaran sisa uang akan dibayarkan setelah pekerjaan selesai. Dan setelah seluruh laporan dan aduan dicabut. Kemudian untuk pembayaran berpedoman kepada material yang masih dipakai dan diperbolehkan untuk dipakai oleh PT. Siemens,” papar Nugroho.

Kata Nugroho, PT BKJ akan mencabut laporan segala tuntutan dan perkara yang sudah dilaporkan.

“Adapun kontrak kerja yang terjadi antara Pihak PT. BKJ dan PT Hapsibah tetap berjalan tanpa mengganggu terkait pembayaran yang sudah disepakati,” tutup Kapolresta.(*/srd)