Aktifitas di Pelabuhan rakyat Tanjungria. Tampak ferry dan kapal kayu standby di dermaga. Foto: BatamLagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pos pengawasan dibangun di Pelabuhan Pelabuhan rakyat Tanjungriau, Kalurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang. Para petugas mengaku sudah mengawasi aktifitas keluar masuk barang di pelabuhan tersebut.

Salah satu pos yang ada di pelabuhan tersebut adalah Bea Cukai (BC) Batam. Saat dikonfirmasi keberadaan pos BC di pelabuhan rakyat tersebut, pada Sabtu (15/1), Kepala Seksi Layanan Informasi Bea dan Cukai Batam, Undani mengatakan, keberadaan pos bea cukai di pelabuhan Tanjungriau berfungsi untuk pengawasan.

“(Keberadaan pos Bea Cukai) sebagai pos mengawasan,” ujar Undani.

Sementara itu, keberadaan pos pengawasan itu menjadi penting karena aktifitas di Pelabuhan rakyat Tanjungriau, Kalurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, cukup tinggi. Terutaman arus keluar masuk barang dan penumpang.

Warga setempat yang enggan menyebutkan namanya kepada wartawan ini mengatakan, aktifitas di Pelabuhan Tanjungriau cukup ramai setiap harinya. Dari pagi hingga malam hari. Parahnya, keluar masuk barang dan penumpang tidak ada pemeriksaan. Keluarnya barang dari wilayah FTZ seharusnya sesuai aturan yang berlaku.

“Sampai malam masih ada aktifitas di sini (Pelabuhan Tanjungriau),” ujar warga saat ditemui di pelabuhan tersebut, Kamis (6/1).

Ditengarai, di pelabuhan tersebut tak jarang terjadi aktifitas ilegal. Warga sekitar pun juga membenarkan adanya barang-barang ilegal yang keluar-masuk pelabuhan rakyat itu. Seperti sembako dan sayuran.

“Kebanyakan sayuran yang masuk, ada juga sembako yang keluar,” ucap warga yang enggan menyebutkan namanya.

Untuk sembako dan sayuran, lanjutnya, dikirim di dalam pulau sekitar Kepri, seperti ke Dabo Singkep, Tanjungpinang. Dan ada juga yang keluar Kepri seperti ke Tembilan, Provinsi Riau.

“Dibawa juga ke Tembilahan, Selatpanjang hingga Buton, ” ujarnya.

Selain itu, juga penumpang yang hendak ke luar Batam dan Kepri juga bisa melalui pelabuhan yang pelantarnya sudah dibeton itu.

“Penumpang yang dibawa itu, jika kapal membawa barang dan sembako saja, ” ucapnya.

Selain pos Bea Cukai, juga ada pos TNI AL di Pelabuhan Tanjungriau.

Informasi lainnya, penumpang antar pulau bisa berangkat dari pelabuhan tersebut, karena adanya kedekatan dengan kru kapal. Dan ada juga untuk menghindari pemeriksaan kesehatan, seperti pemeriksan test antigen.

“Saya dari Tembilahan diturunkan di sini bang. Sekalian surat test antigennya dapat di atas kapal,” kata seorang penumpang yang datang dari Tembilahan.

Wilayah pelabuhan tersebut juga dijadikan titik berangkatnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal. Hal ini sesuai pengakuan seorang tekong TKI ilegal yang beberapa waktu lalu dibekuk jajaran Sat Polair Polresta Barelang pada 24 November 2021.

Sang tekong yang merupakan remaja berumur belasan tahun harus mendekam di balik jeruji tahanan. Sedangkan bapak remaja tersebut masuk daftar pencarian orang (DPO), karena terlibat dalam kasus yang sama.(red)