Foto bersama usai pertemuan. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, SH, SIK, MH menggelar pertemuan dengan instansi terkait, membahas permasalahan penolakan pembangunan rumah ibadah atau Gereja HKBP Resort Sei Langkai di Kampung Ulu Buton, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang di Aula Lantai III Mapolresta Barelang, Selasa (18/1).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolresta Barelang Kombes Nugroho Tri Nuryanto, Dandim 0316 Batam Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan, Kasat Intelkam Polresta Barelang Kompol Yudiarta Rustam,A.Md, SS., MM, Kapolsek Galang AKP Sulam, SH, Danramil Galang Kapten Janawar, Kakan Kemenag Batam, Zulkarnain.

Pasi Teritorial Kodim 0316 Batam Kapten H. Bangun, Camat Galang Ute Rambe, Kasatpol PP Kota Batam Reza Khadafi, Kasi Ops Satpol PP Kota Batam Anto, Kepala Kebangpol Kota Batam Riama Manurung, SH, MH, Ketua FKUB Kota Batam Chabullah Wibisono, FKUB Kota Batam Shabirun Husnum, Kasi Trantib Kelurahan Rempang Cate Kecamatan Galang Khalid.

Serta dihadiri oleh Gunawan RT 003 Kelurahan Rempang Cate Kecamatan Galang, Pendiri LSM Lang Laut Suherman, LPM Kecamatan Galang Najaruddin, Perpat Galang Dedi, Pengurus IKRAL Galang Sofyan, LAM Batam Bakri, Pdt. Pakkat Sitinjak Pdt HKBP Resort Sei Langkai, S. Sianipar Jemaat Pos Pelayanan HKBP Barelang, St. B. Sitompul Koordinator Pos Pelayanan HKBP Barelang.

Kombes Nugroho Tri Nuryanto mengatakan, dalam rukun beragama diajari untuk saling menghormati sesama umat beragama.

“Harapan kami permasalahan kecil ini tidak melebar, maka dari itu kami mengundang instansi terkait untuk mencari solusi dari permasalahan ini,” ujar Nugroho.

Nugroho berharap, semua pihak tidak mengedepankan ego, dan hasil yang telah disepakati dari musyawarah ini sama-sama dihormati.

“Diharapkan semua pihak tidak mengedepankan ego. Kita hargai dan kita terima bersama hasil yang telah disepakati,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pada dasarnya pendirian tempat ibadah memiliki syarat yang sudah diatur dalam SK 3 Menteri yaitu dukungan dari tokoh masyarakat, mendapat rekomendasi dari Kemenag, dan mendapat rekomendasi dari FKUB.

“Sebagai saran dari saya, jika pembangunan gereja tersebut belum melengkapi administrasi yang ada, sebaiknya pihak gereja jangan melakukan kegiatan karena masih status quo, namun bangunan tidak perlu dibongkar,” katanya.

Lanjut Nugroho, dari pertemuan tersebut didapati hasil yakni tidak akan ada pembongkaran terhadap rumah doa/ Pos Pelayanan Gereja HKBP Resort Sei Langkai. Dan untuk sementara waktu tidak digunakan karena masih status quo.

Kemudian sementara waktu jemaat akan beribadah di rumah Manullang, Koordinator Rumah Doa / Pos Pelayanan Gereja HKBP Resort Sei Langkai akan mengupayakan mencari lokasi baru dan mengurus segala perizinan untuk lokasi baru, sehingga dapat digunakan sebagai tempat ibadah sementara selama 2 tahun.

Pada kesempatan itu, Nugroho juga mengimbau masyarakat sekitar Kecamatan Galang dan LSM Lang Laut dapat menahan diri, dan saling menghargai sesama umat beragama.

“Serta masyarakat Galang dan LSM Lang Laut agar menahan diri dan saling menghargai sesama umat beragama,” tutup Nugroho.(*/srd)