Jajaran kepolisian memberikan pemahaman kepada warga, pada Selasa (11/1). Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pembangunan 5 Tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV oleh bright PLN Batam bertempat di Perumahan Cendana, Puri Melati, Modena Residence dan Bandar Mas Kecamatan Batamkota, berlanjut setelah ada putusan Pengadilan Negeri (PN) Batam dan dikawal polisi.

Dalam pengawalan melibatkan 105 personil Polresta Barelang, 1 SST Dit Samapta Polda Kepri, 1 SST Brimob Polda Kepri, 5 Personil Bid Propam Polda Kepri.

Pembangunan 5 Tower SUTT 150 KV yang menghubungkan Gardu Induk Batu Besar – Gardu Induk Nongsa itu berlanjut setelah adanya putusan Pengadilan Negeri Batam Nomor: 233/Pdt.G/2020/PN Btm.

Pelaksanaan pengamanan diawali apel kesiapan yang dipimpin oleh Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, pada Selasa (11/1).

“Karena itu kita laksanakan pengamanan untuk menjaga situasi Kota Batam tetap kondusif,” ujar Kombes Nugroho.

Pada kesempatan itu, Nugroho mengajak semua pihak untuk menjaga suasana harmonis dan saling menghargai adanya perbedaan persepsi yang berkembang di masyarakat terkait pembangunan Tower SUTT.

“Mari kita bantu pemerintah untuk melaksanakan pembangunan Tower tersebut,” ajaknya.

Dalam putusan tersebut menyatakan menolak gugatan dan tuntutan provisi penggugat serta menghukum penggugat membayar biaya perkara.

“bright PLN sudah mendapat kepastian hukum untuk melanjutkan pembangunan SUTT yang selama ini di permasalahkan oleh sebagian kelompok masyarakat,” terang Nugroho.

Pembangunan infrastruktur kelistrikan penting mengingat perlunya peningkatan keandalan kelistrikan di Batam pada umumnya, daerah Batamcenter khusus nya.

Selain untuk memperkuat dan meningkatkan keandalan pasokan listrik, pembangunan transmisi SUTT 150 KV ini sebagai bentuk kesiapan bright PLN Batam dalam menjaga keberlangsungan suplai energi listrik bagi industri dan binsis yang ada di Batam Barelang.

Terutama semenjak ditetapkannya Keputusan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) dan KEK MRO Batam Aero Technic (BAT) pada Juli 2020 lalu.

Kemudian beredar isu terkait radiasi, bahwa radiasi SUTT dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Hal tersebut belum ada pembuktian.

Masalah jaminan kesehatan masyarakat sekitar, Sekretaris bright PLN Batam Bukti Pangabean, menyebut, bahwa hal tersebut sudah ada jaminan dan standard internasional yang mengatur tentang jarak aman yaitu secara horizontal 8 meter dan vertical 5 meter.

“Pembangunan SUTT ini juga bukan yang pertama sekali di Batam. Sebelumnya ada beberapa jaringan SUTT 150 KV diantaranya Tanjung Sengkuang- Baloi, Sei Harapan – Tanjung uncang dan jaringan tersebut telah beroperasi sejak tahun 2006 lalu,” jelasnya.

bright PLN Batam senatiasa akan selalu memperhatikan dan memetuhi semua peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menyediakan tenaga listrik bagi calon pelanggan dan seluruh pelanggan.

bright PLN Batam mengharapkan dukungan dari masyarakat terutama yang dilalui jalur SUTT tersebut, agar pembangunan dapat cepat terlaksana sehingga dapat berdampak positif bagi Kota Batam.(*/srd)