Ilustrasi warga divaksinasi.

JAKARTA (BATAMLAGI.COM) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyampaikan, pemerintah segera melaksanakan program vaksinasi dosis 3 (Booster) dalam waktu dekat ini.

“Pemerintah sedang mempersiapkan Program Vaksin Booster atau Dosis ke-3,” ungkap Menko Airlangga dalam siaran persnya, Senin (3/1).

Dikatakan, saat ini pemerintah sedang menyelesaikan Perpres dan Permenkes/Kepmenkes (KMK). Dan nantinya, vaksin booster ini dilaksanakan pada Rabu (12/1).

“(Program Vaksin Booster) ini akan segera dimulai pada 12 Januari 2022 nanti,” ujarnya.

Dijelaskan juga, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali dimulai tanggal 4 hingga 17 Januari 2022.

Sedangkan untuk perkembangan Level Asesmen wilayah luar Jawa-Bali, Level Asesmen Situasi Covid-19 dari 27 Provinsi di Luar Jawa-Bali (per 1 Januari 2022) terlihat bahwa, seluruh Provinsi memiliki “Transmisi Komunitas” sangat baik yaitu pada Level 1.

Namun kondisi berbeda terjadi pada “Kapasitas Respon” di mana ada beberapa Provinsi dengan kapasitas Terbatas. Hal ini menjadikan tidak ada Provinsi yang termasuk Level 4 dan Level 3. Namun ada 20 Provinsi pada Level 2 (dikarenakan 6 Provinsi dengan kapasitas respon “Sedang” dan 14 Provinsi “Terbatas”).

“Sementara, terdapat 7 Provinsi yang sudah masuk di Level 1, yakni Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Maluku Utara, Kepulauan Riau (Kepri), Gorontalo, Bengkulu, dan Kalimantan Utara,” ucapnya.

Lanjutnya, bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) telah disiapkan pintu masuk dari berbagai tempat. Untuk yang melalui perjalanan udara disiapkan di Bandara Soekarno-Hatta, Juanda, dan Sam Ratulangi. Untuk perjalanan laut melalui Pelabuhan Batam, Tanjung Pinang, dan Nunukan, serta untuk perjalanan darat melalui PLBN Aruk, Entikong, dan Motaain.

Sedangkan, untuk tempat karantina sudah disiapkan 25 Wisma/Rusun dan 16 Hotel (dengan total 28.087 Tempat Tidur) sebagai tempat Karantina Terpusat yang dibiayai pemerintah di Pintu Masuk Kedatangan, dengan rincian yaitu Pintu Masuk Udara (23.830 TT), Laut (2.990 TT), dan Darat (1.267 TT).

“Untuk masa karantina, akan dilakukan perubahan lamanya waktu karantina menjadi 10 hari dan 7 hari,” paparnya.

Masyarakat Miskin Gratis Vaksin Booster

Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono, Rabu (5/1), mengatakan, saat ini aturan masih dalam tahap finalisasi. Rancangan Perpres sudah selesai dibahas dengan seluruh Kementerian dan Lembaga terkait.

“Saat ini sedang tahap permohonan penetapan. Jadi pengaturan terkait dengan vaksinasi dosis lanjutan saat ini sedang difinalisasi,” beber dia.

Melalui Perpres tersebut, pemerintah membuat mekanisme vaksin booster berbayar yang dapat dilakukan di fasilitas kesehatan milik BUMN maupun swasta yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dijelaskan, untuk warga miskin dan prioritas, pemerintah bakal menggratiskan dosis ketiga vaksin Covid-19 tersebut.

“Sasarannya adalah masyarakat pada umumnya. Bagi kelompok masyarakat prioritas, yaitu lansia, masyarakat yang kurang mampu dan/ atau kelompok masyarakat prioritas lainnya, akan ditanggung oleh pemerintah,” ujar Susiwijono.(*/red)