Deretan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang. Sebagian mengeluarkan cairan tak sedap. Foto: BatamLagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Bau tak sedap yang selama ini tercium saat melintas di jalan pemakaman arah Seitemiang-Marina dan sebaliknya, terkuak. Ternyata bau busuk itu berasal dari darah yang keluar dari dalam makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) itu.

Semula, Iwan, warga sekitar yang melintas di jalan TPU itu sering mencium bau busuk. Namun dirinya menganggap hal biasa.

“Baunya khas seperti bangkai yang mengering. Tapi kok tak hilang-hilang,” ucapnya.

Belakangan, diketahui jika bau busuk itu berasal dari kuburan yang ada di pemakaman tersebut. Kuburan itu merupakan kuburan baru, letaknya di deretan kuburan muslim.

Penjaga pemakaman di TPU Seitemiang membenarkan adanya makam yang mengeluarkan bau tak sedap itu.

“Dari dalam kuburan itu keluar darah tepat di posisi bagian kepala. Kalau di bagian tengah kuburan mengucur air, ” ujar Pae, penjaga makam, Kamis (6/1).

Pae, yang sudah lama bekerja sebagai penjaga makam ini, mengatakan, peristiwa tersebut baru pertama terjadi.

“Ini yang pertama sampai mengeluarkan darah bercampur nanah. Kalau makam lainnya pernah bau, tapi tak keluar seperti ini, ” ucapnya.

Saat mewawancarai penjaga makam tersebut, posisi wartawan berada sekitar 100 meter dari makam yang mengeluarkan aroma busuk. Bau tak sedap itu menyeruak masuk hidung yang ditutupi masker.

Karena lama kelamaan baunya semakin pekat, lalu, wartawan ini sedikit menjauh sekitar 200 meter. Hidung pun sedikit lega.

Sementara itu, warga yang jualan bunga sekitar tempat itu juga mengatakan, makam baru itu ada sekitar 3 bulan lalu. Sebulan kemudian, cairan itu keluar.

“Kalau yang lebih parah lagi baunya kalau hujan. Kalau hari panas gini berkurang, ” ucapnya.

Adanya fenomena itu, warga sekitar ada yang mengaitkan dengan kelakuan masa hidup orang dalam kuburan itu.

“Mungkin dulu masa hidupnya tak bener. Rentenir kali, ” duganya.

Sedangkan, Pakde yang merupakan penggali kuburan di tempat itu juga tak menampik jika ada makam yang mengeluarkan cairan busuk.

“Ya gimana lagi, kan di sini tempatnya air. Ya hampir semuanya mengeluarkan air, ” ketusnya, menundukkan kepala, sembari berlalu.

Namun penjelasan berbeda diutarakan Pae, penjaga makam. Katanya, jumlah makam yang mengeluarkan cairan darah kehitaman bercampur nanah itu ada tiga hingga empat makam.

Karena ingin memastikan kondisi makam yang mengeluarkan cairan itu, wartawan ini pun kembali mendekat sekitar 100 meter. Namun, bau busuk masih kencang dihembuskan angin menusuk hidung. Pakai masker tak mempan.

Tampak cairan kehitaman seperti oli bekas keluar dari sekitar lebih 4 makam, dan mengalir ke dataran rendah. Di samping kanan dan kirinya berdempet makam baru lainnya. Makam-makam itu masih ada gundukan tanahnya, karena masih baru. Cairan kehitaman itu pun membekas di jalan bersemen.

Lokasi pemakaman baru itu dekat dengan jalan beraspal. Jaraknya sekitar 100 meter. Bila melintas dari arah Marina atau sebaliknya, pemakaman tersebut kelihatan dari jalan.

Dari keterangan yang diperoleh di lokasi, keluarga dari ahli kubur (penghuni kubur) itu sudah mengetahuinya.

“Pernah sekali keluarganya datang, dia tahu. “Dia bilang namanya juga kuburan,” ujar seorang penjual bunga menirukan ucapan keluarga ahli kubur.(red)