Kadishub Kota Batam, Salim. Foto: BatamLagi.com 

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam akan membagikan ratusan baju seragam untuk juru parkir (Jukir) umum dan puluhan rompi untuk petugas pengawas parkir.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, kepada awak media, Rabu (5/1) mengatakan, sebelumnya pengadaan baju seragam tersebut diberikan pemerintah tiga tahun yang lalu. Selain pengadaan baju seragam, semua Jukir dan  petugas  pengawas parkir juga diperbaharui kartu pengenalnya, sebagai identitas resmi yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja petugas dalam mengatur perparkiran dan menarik retribusi dari masyarakat.

“Pengadaan ratusan baju Seragam dan kartu pengenal Jukir tahun ini supaya indentitasnya jelas, dan masyarakat juga merasa nyaman memarkir kendaraan,” Salim saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu.

Salim menyampaikan jumlah baju seragam juru parkir sebanyak 600 baju. Sedangkan untuk petugas pengawas berjumlah 50 lembar berbentuk rompi, nantinya diberikan baju bersamaan kartu pengenal kepada Jukir.

Penjajakan Pungutan Non Tunai

Guna meningkatkan potensi pungutan perparkiran umum, Pemko Batam akan membuka lelang bagi perusahaan swasta yang memiliki kriteria mengelola perpakiran di Batam. Dan waktu dekat ini diberlakukan penerapan non tunai dengan 50 titik parkir umum sebagai pilot projek.

“Target pendapatan pungutan Parkir tahun lalu tidak tercapai, salah satu faktor, pandemi Covid, cuaca, serta masih ada indikasi kebocoran,” paparnya.

Dijelaskan, ada 30 orang petugas pengawas dari Dinas Perhubungan Bidang Parkir yang memungut uang parkir harian dengan mendatangi 523 orang Jukir setiap hari secara manual dan disetor ke kas.

“Pungutan sesuai potensi ramai dan sepinya kendaraan, sebagai contoh ada dipungut 100 ribu/ hari, ada juga tempat parkir dipungut 30 ribu/ hari,” imbuhnya.

Salim juga mengatakan, ada dua jenis parkir yang dipungut Dinas Perhubungan Kota Batam yakni; Parkir umum dipungut setiap hari oleh petugas Pengawas Dishub Kota Batam, dan Parkir mandiri yang disetor tiap bulan seperti morning bakery, Alfamart, Indomart, komplek pasar, perumahan.

“Dari tiga jenis Parkir kami pungut hanya dua yaitu, parkir umum dan parkir mandiri. Sedangkan parkir khusus itu langsung disetor ke pajak atau Dinas pendapatan daerah (Dispenda) Kota Batam,” tegasnya.

Menanggapi keluhan pengguna parkir terkait karcis kadang tidak diberikan oleh petugas parkir, sehingga berindikasi dapat mengurangi pungutan  pemerintah, Salim mengatakan, tarif pungutan yang dilakukan selama ini dengan melihat potensi tempat, bukan berdasarkan karcis.

“Kalau untuk pungutan kita terapkan selama ini sesuai potensi ramai atau sepi kendaraan yang parkir, bukan berdasarkan banyak sedikitnya karcis,” ucapnya.

Lanjutnya, untuk ke depannya, pihaknya akan melakukan setoran non tunai.

“Ke depannya akan kita lakukan sistim penyetoran dari pengawas secara non tunai, mudah-mudahan bisa terealisasi,” pungkasnya.(*/srd)