Ilustrasi

BINTAN (BATAMLAGI.COM) – Sebanyak 14 kepala puskesmas di Bintan mengembalikan uang yang diduga hasil korupsi insentif tenaga kesehatan (Nakes). Mereka datang ke Kantor Kejaksaan Negeri Bintan, pada Kamis (30/12) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kejaksaan Negeri Bintan, I Wayan Riana didampingi Kasi Pidsus, Fanjrian, kepada sejumlah awak media, Kamis (30/12) di Kantor Kejaksaan Negeri Bintan, mengatakan, kedatangan mereka untuk yang kedua kalinya ini, untuk mengembalikan uang dugaan hasil korupsi dari insentif tenaga kesehatan.

“Pengembalian uangnya disaksikan Kepala Inspektorat Pemkab Bintan, serta pihak pimpinan Bank Riau,” ujar Kajari.

Dikatakannya, setelah dihitung, secara resmi pihaknya menyerahkan ke Bank Riau.

“Kita serahkan ke Bank Riau. Totalnya sebanyak Rp 504. 560.000. Nilainya itu, berdasarkan hitungan para Kapus,” paparnya.

Meski demikian, nanti akan dilakukan diaudit ulang oleh pihak auditor dari Kejaksaan Tinggi Kepri. Bisa saja jumlahnya lebih dari Rp500 juta.

“Jadi, para Kapus harus mengembalikan uang kekurangannya itu,” ucap I Wayan.

Seperti diketahui, sepekan sebelumnya, para kapus kompak berkonsultasi dan menandatangani surat pernyataan dari Kejaksaan. Mereka siap diperiksa terkait insentif nakes.(*/red)