Petugas mengevakuasi peti jenazah TKI yang meninggal tenggelam di laut Malaysia.

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Dua pria berinisial JI dan HS diamankan polisi. Keduanya jadi tersangka atas pengiriman para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang tenggelam di perairan Malaysia.

Sejumlah TKI yang berasal dari sejumlah kota di Indonesia itu, tewas setelah speedboat yang membawanya tenggelam di Perairan Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor, Malaysia pada Rabu (15/12).

Atas peristiwa tersebut, Satgas Misi Kemanusiaan Internasional melakukan penyelidikan, dan mengamankan dua tersangka JI dan HS pada Jumat (17/12). Keduanya diamankan di tempat berbeda.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhart, Senin (27/12), mengatakan, JI diamankan di rumahnya Perumahan Harapan Jaya Bengkong. Sedangkan, HS diamankan bersama barang bukti di sekitar Kelurahan Belian, Batamcenter.

“Dua tersangka itu adalah orang yang bertanggungjawab secara hukum di balik tenggelamnya speedboat yang membawa PMI ilegal di perairan Johor Bahru, Malaysia, beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Lanjutnya, setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti kapal dan speedboat lainnya yang digunakan para tersangka.

“Kita juga menyita 7 unit speedboat dan 1 kapal kayu, saat ini ada di Bintan,” ungkap Harry.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Jefri Siagian yang juga selaku Wakasub Satgas II Gakkum menambahkan, dalam kasus pengiriman PMI ilegal ini, banyak yang terlibat. Dan merupakan sindikat.

“Ini sindikat. Dua orang ini hanya sebagai penghubung PMI ilegal di Batam,” paparnya.

Mereka, tambah Jefri, menampung lalu membawa para TKI itu ke wilayah Bintan untuk diberangkatkan lewat pelabuhan tikus menuju Malaysia. Dalam kasus ini, pihaknya, sudah mengantongi beberapa identitas calon tersangka untuk ditindaklanjuti. “Satgas terus kembangkan kasus ini,” tegasnya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 81 dan Pasal 83 UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Imigran Indonesia, ancaman paling lama 10 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar.

Untuk bekerja di jiran tersebut, para TKI rela membayar Rp 4 juta.

Sebelumnya, Kasatgas Hubungan Internasional Mabes Polri, Brigjen Krisna Murti mengatakan, TKI meninggal sebanyak 21 orang dalam insiden tersebut, terdiri dari 15 orang laki-laki dan 6 orang perempuan.

“Selamat 13 orang. Dan 16 orang masih dalam pencarian. Total semua 50 orang,” ujarnya. Sedangkan TKI yang selamat menjalani proses hukum di Malaysia.

Jenazah selanjutnya dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

“Sebanyak 7 jenazah akan dipulangkan ke Lombok, 2 ke Jakarta, dan masing-masing 1 jenazah ke Surabaya, serta Pekanbaru,” tuturnya.(red)