Ruko di Komplek Pertokoan Pantai Permata Blok A Nomor 12, Baloi terbakar, Sabtu (25/12) malam. Foto: BatamLagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Satu ruko di Komplek Pertokoan Pantai Permata Blok A Nomor 12, Baloi, Kelurahan Tanjunguma, Kecamatan Lubukbaja terbakar pada Sabtu (25/12) sekitar pukul 22.00 WIB. Penghuni ruko tersebut nyaris menjadi korban.

Dua penghuni ruko, Popo dan Helen sempat terjebak api di lantai III. Keduanya pun selamat setelah melompat ke ruko yang ada disebelahkan, dengan bantuan warga sekitar.

Popo yang ditemui saat peristiwa itu mengatakan, malam itu ia bersama Helen, pacarnya tersebut di lantai III. Ia mengaku saat itu sedang tidur, tiba-tiba mati lampu.

“Mati lampu, lalu keluar asap. Saya langsung turun ke lantai II, tapi banyak asap,” kata Popo yang malam itu memakai kaus dan celana pendek.

Pria berusia 22 tahun itu pun panik, karena asap semakin tebal dan bau yang menyengat keluar dari lantai II, tempat produksi percetakan.

Penghuni ruko saat turun dari lantai III (dalam kurung).

Ia pun kembali lari ke balkon lantai III. Selanjutnya bersama pacarnya itu melompat ke ruko sebelah nomor 13. Ruko ini berada di bagian hook, tidak berpenghuni (kosong). Ia pun sempat melemparkan kunci kepada warga, agar membuka folding gate di lantai I. Sedangkan ruko nomor 11 jadi tempat usaha Memories Florist tidak ditempati penghuninya (pemiliknya tinggal di rumah lain).

“Saya bisa turun dari ruko sebelah (Ruko nomor 13). Ada warga yang memberikan tangga,” ucap pria ini yang tampak berkeringat.

Tak lama, mobil pemadam kebakaran tiba. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.00 WIB. Sejam kemudian sekitar pukul 01.00 WIB, para petugas meninggalkan lokasi kejadian.

Terkait peristiwa tersebut, Popo menduga penyebabnya dari arus pendek (korsleting). “Kayaknya korsleting pak. Karena sempat mati lampu,” ucapnya.

Ditanya kerugian dalam peristiwa tersebut tempat usaha PT Citra Grafiks Indonesia bidang Printing Advertising Agency itu, ia tidak mengetahuinya, pasalnya tempat usaha itu milik Charles, abangnya.

“Saya tidak tahu pak kerugiannya berapa. Saya hanya tinggal saja di sini. Tempat ini milik abang saya,” ucapnya.(red)