Jenazah TKI tenggelam di Perairan Malaysia dievakuasi petugas kepolisian.

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Sebelas peti jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang dibawa dari Malaysia, disemayamkan di Rumah Sakit Bhayangkara, di Batu Besar, Kota Batam, Provinsi Kepri. Kamis (23/12) malam, jenazah yang sudah berada di dalam peti itu, tiba di Pelabuhan Bintang 99, Batuampar.

Para TKI yang berasal dari sejumlah kota di Indonesia itu, meninggal setelah speedboat yang membawanya tenggelam di Perairan Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor, Malaysia, Rabu (15/12).

Kasatgas Hubungan Internasional Mabes Polri, Brigjen Krisna Murti mengatakan, TKI meninggal sebanyak 21 orang. Terdiri dari 15 orang laki-laki dan 6 orang perempuan.

“Selamat 13 orang. Dan 16 orang masih dalam pencarian. Total semua 50 orang,” ujarnya.

Nantinya, jenazah akan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Sebanyak 7 jenazah akan dipulangkan ke Lombok, 2 ke Jakarta, dan masing-masing 1 jenazah ke Surabaya, serta Pekanbaru.

Untuk korban yang selamat sebanyak 13 orang saat ini masih di Malaysia, untuk menjalani proses hukum yang berlaku di Malaysia.

Korban yang selamat adalah; Khusnul Hotimah (41), Pahrurrozi (28), Irsan (28), Handika Hirlida (27), Muhammad Zikrullah (33), Junaedi (31), Sofian (30), Yoan (21), Alwi (36), Pendi (25), Amirullah (41), Rikki Hanap, dan Maidita Ruparti.

Dikatakan Krisna, dalam misi tersebut, ia bertugas mendukung setiap menyelamatkan WNI, dan mengerahkan satuan kerja Mabes Polri, Barakam, Kaintelkam, Dokkes dan personel dari Polda kepri.

Atas misi tersebut, jajarannya mendapat perintah dari kapolri untuk berkordinasi dengan Kemenlu dengan BP2MI untuk melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi terhadap WNI. Sesuai dengan surat perintah operasi misi kemanusiaan internasional.

“Saya sebagai Kasatgas misi utamanya melakukan evakuasi dan pemulangan jenazah serta melakukan SAR korban,” pungkasnya.

Informasi sebelumnya, rombongan TKI ilegal itu berjumlah 60 orang. Dalam insiden tersebut, 22 orang yang terdiri dari 20 laki-laki dan 2 peremuan dikabarkan selamat. 11 orang ditemukan meninggal dunia. Terdiri dari 7 laki-laki dan 4 wanita. Sedangkan 27 orang masih dalam proses pencarian oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) atau pengawal pantai Malaysia.

“Di dalam pancung (speedboat) itu memuat sebanyak 60 orang TKI. Informasi yang kami terima, kejadian ini akibat cuaca buruk, sehingga pancung karam,” kata Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia dalam keterangannya kepada wartawan.

Dijelaskan Aan Kurnia, Bakamla RI siap menggerakkan unsur KN Belut Laut-406 untuk membantu pelaksanaan evakuasi korban. Namun sehubungan wilayah kejadian berada di Malaysia, maka perlu koordinasi lebih lanjut kepada pemerintah Malaysia.

“Jika unsur Bakamla masuk perairan Malaysia, maka harus terlebih dahulu ijin. Bakamla RI akan terus melakukan komunikasi secara intens kepada APMM,” tegasnya.(*/red)