TS (28), perampok di Sekupang diamankan polisi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Perampok menyatroni salah satu rumah warga di Perumahan Town House Cipta Green Mension, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Penghuni rumah ditikam, dan hartanya dibawa kabur.

Tak berselang lama, pria berinisial TS (28) itu berhasil dibekuk jajaran Unit Reskrim Polsek Sekupang pada Rabu (15/12).

Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Buhedi Sinaga mengatakan, pelaku beraksi pada Selasa (14/12) sekitar pukul 11.30 WIB di rumah korban berinisial VE, di Perumahan Town House Cipta Green Mension.

Siang itu, VE sedang berada di dalam kamar lantai 2, dan mendapat laporan dari anaknya yang sedang bermain di ruang keluarga. Bahwa ada orang tak dikenal memakai jaket dan masker warna hitam masuk melalui jendela ruang keluarga lantai 2.

Melihat pelaku yang mulai mendekat, VE dan anaknya masuk ke dalam kamar mengunci pintu.

Mengetahui korban masuk kamar, pelaku langsung mendobrak pintu hingga terbuka, dan langsung menodongkan pisau kepada korban sambil meminta uang. Spontan korban menepis pisau dari tangan pelaku hingga terlempar.

Korban yang ketakutan mengatakan kepada pelaku, kalau dirinya hanya memiliki Rp 100 ribu di dalam tas. Namun pelaku tidak mau, sehingga korban mengatakan, agar kalung emas anaknya ambil saja, dan biarkan diirnya dan sang anak pergi.

Dikatakan Buhadi, saat korban akan menyelamatkan diri bersama anaknya lari ke lantai 1, tarik paksa pelaku. Lalu dengan beringasnya, pelaku menarik paksa kalung emas dari leher anak korban. Lalu membenturkan kepala korban ke dinding.

Lanjutnya, karena korban terus berusaha melarikan diri dengan membuka kunci pintu rumah, pelaku mengepruk kepala korban dengan dua toples. Lalu, menusuk punggung VE.

VE mengalami luka robek di kepala sebelah kiri atas, luka tusuk di punggung sebelah kanan, luka lecet dan memar di punggung sebelah kiri, luka gores pada hidung, memar di sekujur tubuh dan perabotan rumah rusak, serta 2 kalung emas senilai Rp 14 juta putus.

Peristiwa itu dilaporkan ke pihaknya. Setelah menerima laporan dan melakukan penyelidikan, tim mendapat informasi dari masyarakat terkait keberadaan pelaku di wilayah Tanjung Pinggir dan membekuk pelaku.

“Pelaku dijerat pasal 365 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman pidana¬†12 tahun penjara,” papar Kanit.(*/red)