JAKARTA (BATAMLAGI.COM) – Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa dengan tegas menyampaikan, Pusat Polisi Militer TNI bersama dengan Pusat Polisi Militer TNI AD atau Angkatan terkait, sedang melakukan proses hukum terhadap semua oknum Prajurit TNI yang terlibat kasus pelanggaran Prajurit TNI dalam dugaan tindak pidana.

“Adapun kasus pelanggaran hukum antara lain, bentrok di Ambon antara Oknum TNI AD Provost Denmadam XVI/PTM dengan Oknum Satlantas Polresta Ambon pada pukul 18.07 WIT, Rabu, 24 November 2021,” ujar Kapuspen TNI, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, dalam siaran tertulisnya, Selasa (30/11).

Lalu, bentrok di Batam antara Oknum TNI AD dari Batalyon Infanteri Raider Khusus 136/TS dengan Oknum TNI AL dari Batalyon 10 Marinir pada pukul 22.30 WIB, Sabtu, 27 November 2021 di Jembatan I Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Lanjutnya, bentrok di Tembagapura Kabupaten Mimika antara Oknum TNI AD dari Satgas Nanggala dengan Oknum Polri dari Satgas Amole Brimobda Aceh, pada pukul 17.53 WIT, Sabtu, 27 November 2021.

“TNI juga sudah melakukan koordinasi dengan Polri untuk melakukan proses hukum terhadap oknum anggota Polri yang terlibat dalam dugaan tindak pidana tersebut,” tegasnya.(*/red)