Rokok merek H Mind tanpa pita cukai di Perairan Barelang, Selasa (23/11) lalu diamankan jajaran Bea Cukai Batam. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kapal pancung tanpa nama yang mengangkut rokok ilegal sebanyak 488.000 batang merek H Mind tanpa pita cukai di Perairan Barelang, Selasa (23/11) lalu diamankan jajaran Bea Cukai Batam.

“Saat itu kami lagi patroli, melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal,” kata Plh Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi BC Batam, Undani, Kamis (2/12).

Kapal BC 1512 dan BC 152027 patroli di perairan Punggur dan Barelang. Terpantau kapal jenis pancung di Jembatan 6 diduga melakukan kegiatan muat rokok tanpa pita cukai.

Saat melakukan intersep, petugas mendapati bahwa kapal pancung tersebut sudah melaju, sehingga dilakukan pengejaran.

“Saat dikejar dalam jarak sekira 50 meter, terlihat dua orang anak buah kapal (ABK) pancung tersebut melompat ke laut dengan kondisi kapal pancung tetap melaju dalam kecepatan penuh atau kurang lebih 25 knot dan tidak terkendali,” papar Undani.

Kapal tersebut diketahui jalan dengan kondisi handle gas ter-lock tanpa awak kapal dan menuju pesisir pantai Pulau Abang Besar.

“Selanjutnya dibagi tugas, untuk Kapal Patroli BC 1512 melakukan pengejaran terhadap kapal pancung dan BC 15027 melakukan tindakan SAR (search and rescue) terhadap ABK yang meloncat ke laut,” ujar Undani.

Kemudian, kapal pancung tersebut berhasil dikuasai dan pada kesempatan pertama kapal BC 1512 ikut membantu BC 15027 melakukan SAR pada ABK kapal pancung yang meloncat ke laut.

Sampai dengan Minggu, 28 November 2021, ABK, Bea Cukai bersama Basarnas (Badan SAR Nasional) belum menemukan ABK yang melompat ke laut tersebut.

“Bea Cukai bersama Basarnas sudah mengupayakan secara maksimal untuk melakukan tindakan penyelamatan terhadap tersangka yang melompat ke laut dan kami turut prihatin dan menyesalkan kejadian tersebut,” kata Undani.

Diketahui dari hasil pemeriksaan muatan pada kapal pancung tersebut, ditemukan rokok tanpa pita cukai sebanyak 35 karton, dengan isi masing-masing karton sebanyak 80 slop.

“Satu slop berisi sekitar 10 bungkus dengan total perhitungan rokok ilegal yang diamankan sebanyak 488.000 batang,” jelasnya.

Sedangkan estimasi kerugian negara yang timbul atas percobaan penyelundupan rokok ilegal tersebut adalah Rp277,24 miliar.

“Tersangka dijerat Pasal 54 dan 56 Undang-Undang Cukai dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, dan/atau pidana denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar dan pasal 102 huruf (f) Undang-Undang Kepabeanan dengan ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama sepuluh tahun serta pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar,” tutupnya.(*/red)