Warga Tanjung Uma saat mendatangi lokasi reklamasi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Warga Tanjung Uma, Kecamatan Lubukbaja menolak kegiatan reklamasi di wilayahnya. Mereka pun beramai-ramai mendatang lokasi lahan yang disebut-sebut milik PT Cahaya Dinamika Harum Abadi dan PT Bumi Mas Eka Perkasa tersebut pada Sabtu (27/11) pagi.

Mereka menilai aktivitas perusahaan tersebut melanggar kesepakatan. Warga pun merasa dicurangi. Karena sebelumnya sudah ada kesepakatan antara perusahaan dan tokoh masyarakat di Tanjung Uma, terkait aktifitas di wilayah tersebut yang dilakukan di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam belum lama ini.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam, Rohaizat langsung turun tangan dalam permasalahan ini. Ia menegaskan, bahwa perusahaan tersebut mengabaikan kesepakatan dan komitmen yang dibuat sebelumnya. Karena itu pihaknya meminta kepada kedua perusahaan tersebut agar tidak melanjutkan aktifitasnya.

“Jangan ada kegiatan apapun, sebelum PL (Penetapan Lokasi) perusahaan dicabut dari kampung kami. Kami sangat mengutuk reklamasi yang dilakukan sepihak,” ujarnya.

Ia mengatakan, diam-diam, saat malam hari reklamasi itu dilakukan, sehingga nelayan menjadi resah.

“Kami tidak mau terjadi konflik di masyarakat. Untuk itu kami minta stop reklamasi ini,” tegasnya.

Rohaizat juga dengan tegas minta kepada pihak perusahaan agar segera melepas PL-nya sesuai dengan kesepakatan di Gedung LAM dan Kantor BP Batam di depan Kepala BP Batam, HM Rudi.

“Sampai sekarang tidak ada titik terang. Sepertinya perusahaan mengulur-ngulur waktu. Untuk itu kami menolak reklamasi ini,” tutupnya.

Sementara itu, pihak PT Cahaya Dinamika Harum Abadi dan PT Bumi Mas Eka Perkasa belum berhasil dikonfirmasi.(*/red)