Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat konferensi pers bersama Menkopolhukam Mahfud MD, Gubernur Kepri Ansar Ahamad, dan Bupati Natuna Wan Siswandi, Selasa (23/21). Foto: ist

NATUNA (BATAMLAGI.COM) – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan bahwa Pemerintah RI menolak klaim Tiongkok terhadap Laut Cina Selatan melalui sembilan garis putus atau Nine Dash Line dan juga menolak klaim Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE).

“Negara kita tegas menolak garis putus yang di klaim negara Tiongkok terebut,” ungkap Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian bersama Menkopolhukam, Mahfud MD, Gubernur Kepri, Ansar Ahamad, dan Bupati Natuna, Wan Siswandi saat konferensi pers di Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Selasa (23/21).

Dikatakan Tito, klaim Tiongkok di perairan Pulau Natuna bertentangan dengan titik dasar sistem garis dasar kepulauan Indonesia sebagaimana ditentukan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 2008 Tentang Daftar Koordinat Geografis Titik Titik Garis Pangkal Kepulauan Indonesia.

Sembilan garis putus-putus yang digambar oleh pemerintah Republik Rakyat Tiongkok tersebut meliputi Kepulauan Paracel dan Kepulauan Spratly yang dipersengketakan dengan Filipina, Tiongkok, Brunei, Malaysia, Taiwan dan Vietnam.

“Untuk itu tantangan ke depan pemerintah RI akan memperkuat pertahanan di wilayah perbatasan, khusus wilayah Natuna,” ungkapnya.

Mantan Kapolri tersebut juga menjelaskan peristiwa lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan yang berada di Selat Makassar tak terulang lagi.

“Kita berdaulat atas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tugas kita semua untuk menjaga kedaulatan NKRI. Dan saya tegaskan tak akan ada lagi peristiwa Ligitan dan Sipadan di perbatasan RI,” tegas Tito Karnavian.

Tito Karnavian menegaskan, pemerintah RI juga menolak klaim negara asing terhadap Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia di perairan Laut Natuna bagian utara.

“Dan kita juga menolak klaim negara luar terhadap Zona Ekonomi Ekslusif di Laut Natuna bagai Utara. Kita tetap tegas terhadap pelanggaran wilaya di ZEE tersebut,” tutupnya.(*/red)