Kapal pengangkut TKI ilegal saat menabrak hutan bakau. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Delapan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dikirim secara ilegal berhasil diamankan polisi. Seorang tekong yang sempat kabur juga dibekuk, usai menabrakkan kapal pembawa TKW itu ke hutan bakau.

Kepala Satuan Polisi Air Polresta Barelang, AKP Badawi, Senin (22/11) saat ekspos kasus tersebut, mengatakan, pada Kamis (18/11) sekitar pukul 20.30 WIB para TKI itu dibawa dengan speedboat ke Malaysia.

Mendapat informasi tersebut, tim Gakkum Satpolair Polresta Barelang melakukan pengejaran. Mengetahui dikejar aparat, kapal kabur. Kejar-kejaran malam itu tak terelakkan. Karena sudah terkepung, tekong menabrakan kapal ke hutan bakau, lalu kabur.

“Saat dikejar, tekong berusaha kabur dengan melompat ke laut setelah menabrakkan speedboat ke hutan bakau,” ujar Badawi.

Sementara itu penumpangnya 8 calon TKI ilegal itu ketakutan. “Kita amankan untuk dimintai keterangan,” ungkap Badawi.

Dikatakan Badawi, pihaknya berhasil mengamankan RM, tekong yang kabur itu sehari setelah kejadian.

Badawi menyebut, 8 calon TKW yang menjadi korban berasal dari berbagai daerah di antaranya 2 orang dari Lombok, 2 dari Banyuwangi, 1 orang dari Malang, 1 orang dari Lamongan , 1 orang dari Palembang, dan 1 orang dari Sleman. Mereka direkrut oleh pekerja lapangan, salah satu agen di Surabaya wanita berinisial IC yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Setelah termakan bujuk rayu, para calon PMI itu dikirim ke Batam, dan dijemput pria berinisial AD juga DPO di Bandara Hang Nadim. Mereka diinapkan di Batam, sebelum dibawa ke Belakangpadang.

Untuk dapat pergi ke Malaysia, ada yang membayar. “Dua korban ada yang membayar Rp 11 juta dan Rp 6,5 juta. Tapi yang tidak membayar, semua ditanggung agen. Gajinya dipotong empat bulan,” papar Badawi.

Rencananya 8 calon TKW itu akan dibawa ke Pulau Buaya tempat transit ke Malaysia. Per kepala membayar ongkos Rp 100 ribu.

“Nanti sesampai ke Pulau Buaya diantar N ke Malaysia (DPO),” kata Kanit Gakum Satpolair Polresta Barelang, Iptu Bowo yang juga ikut dalam ekspos kasus tersebut.

Kepada polisi, RM mengaku sudah keempat kalinya membawa TKI gelap.

“Pelaku dijerat Pasal 81, Pasal 83 UU Nomor 18 Tahun 2017, tentang Perlindungan Pekerja Miran Indonesia, ancaman 10 tahun penjara,” pungkasnya.(*/red)