Jalan di Kavling Sei Pancur RT03/RW01, Kecamatan Sei Beduk yang dibangun Dinas Bina Marga SDA Kota Batam. Foto: BatamLagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Anggota DPRD Kota Batam angkat bicara terkait pengerjaan proyek jalan di Kavling Sei Pancur RT03/RW01, Kecamatan Sei Beduk oleh Dinas Bina Marga SDA Kota Batam. Warga juga sangat menyayangkan pengerjaan jalan yang terkesan asal-asalan tersebut.

“Mohon kiranya pihak Bina Marga segera melakukan evalusi lapangan (terkait proyek tersebut),” ujar Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Kamaluddin, kepada BatamLagi.com, Selasa (16/11).

Politikus dari Dapil III (Kecamatan Bulang, Galang, Nongsa dan Sei Beduk) ini, juga meminta agar pihak Dinas Bina Marga SDA melakukan evaluasi terhadap progres proyek tersebut. Ia juga mewanti-wanti agar pengerjaan jalan tersebut sesuai dengan perencanaan semula.

“Jangan sampai pengerjaan tidak sesuai dengan perencanaan,” tambahnya.

Pada kesempatan itu ia juga menegaskan, agar pihak Dinas Bina Marga SDA Kota Batam segera memanggil pihak terkait proyek tersebut.

“Segera panggil pihak-pihak terkait dan segera diselesaikan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, proyek jalan yang dikerjakan pada Juli 2021 itu sudah selesai disemen dan diaspal sepanjang 150 meter. Pengaspalan jalan dikerjakan pada Selasa (9/11) siang saat cuaca hujan. Keesokan harinya Rabu (10/11), jalan aspal tersebut sudah retak dan coran semennya patah.

Pengaspalan jalan saat hujan.

Bambang, warga yang tinggal di sekitar proyek tersebut mengatakan, rusaknya jalan dikarenakan saat pengikatan besi tidak diikat pada titik penyambungan. Sehingga ketika dicor, beton jalan tersebut retak dan patah.

“Sebelum diaspal, kontraktor berusaha menutup keretakan tersebut dengan aspal supaya tampak menyatu. Tetapi setelah diaspal, justru malah retak sepanjang lebar jalan tersebut,” ujarnya.

Dikatakannya, pengerjaan proyek tersebut dari awal sudah terjadi “kejanggalan”. Pasalnya telah terjadi keretakan saat semenisasi.

“Proyek Dinas Bina Marga dan SDA Kota Batam yang menelan anggaran Rp 430.478.437 untuk peningkatan jalan di Sei Pancur tersebut sangat disayangkan warga,” ucapnya.

Sedangkan parit hanya dibuat sepanjang 80 meter, padahal panjang jalan 150 meter. Ironisnya, persis di depan rumah warga tidak dibuat parit. Warga pun memperkirakan jalan tersebut tidak akan bertahan lama.

Sementara itu, Dohar, Kabid SDA Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam yang juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), yang dikonfirmasi terkait pengerjaan proyek tersebut, mengatakan, jika renggangan sambungan beton cor jalan tersebut berfungsi untuk kembang susut beton.

“Posisi untuk kembang susut beton Bro, pada setiap join beton,” ujar Dohar melalui WA, Sabtu (23/10).(*/srd/mrd)