Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menanam mangrove di Ekowista Mangrove Pandang Tak Jemu Nongsa Batam, Minggu (14/11). Foto: ist

KEPRI (BATAMLAGI.COM) – Para pelaku pariwisata di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Kepri cukup jeli, dengan telah memanfaatkan berbagai kemudahan pelonggaran aturan yang terus dibuka pemerintah saat ini. Demi kelestarian lingkungan, goeser juga menanam 150 mangrov sebagai bukti kepedulian.

“Karena hanya dengan kejelian para pelaku wisata, pariwisata Kepri bisa terus bangkit. Yang terpenting terus kreatif  melakukan terobosan,” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Ekowista Mangrove Pandang Tak Jemu Nongsa Batam, Minggu (14/11).

Menurut Gubernur, pariwisata berbasis keindahan laut saat ini makin menjadi trend. Dimana wisata pantai saat ini banyak menjadi pilihan berlibur bagi masyarakat.

Potensi  seperti ini, katanya, harus terus dikelola secara baik. Utamanya oleh para pengelola tempat pariwisata. Karena jika mampu dikemas dengan bagus, akan mengundang banyak masyarakat untuk datang berwisata.

“Sekarang ini, kita masih belum bisa berharap banyak dengan masuknya wisatawan asing. Apalagi bila melihat syarat dan aturan yang harus dipenuhi para wisatawan jika ingin berkunjung ke Indonesia. Mulai dari masih diberlakukannya syarat wajib seperti test RT PCR, karantina hotel yang waktunya cukup lama, aturan jaminan visa, hingga keharusan mereka dalam kondisi layak untuk  berpergian,” kata Gubernur lagi.

Sejumlah aturan tersebut, lanjut Gubernur, dinilai  masih sangat memberatkan para wisatawan. Ditambah lagi dengan kebijakan dari negara asal, yang belum membolehkan warganya bepergian.

Meski begitu, gubernur menargetkan, awal tahun 2022 sektor pariwisata akan bisa dibuka kembali. Dimana perlahan Pemprov Kepri akan mulai membuka lagi travel buble dengan negara Singapura.

“Hal itu semua harus dibicarakan dengan  pemerintah pusat. Paling tidak saya akan secara ekstra meminta pusat segera membuka pariwisatanya dengan Kepri, ” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kepri juga telah menyiapkan anggaran Rp 1,5 miliar untuk famtrip  menjual paket wisata Kepri dengan menggandeng para agen travel yang ada di Kepri.

Tidak itu saja, Pemprov juga telah menyediakan anggaran sebesar Rp500 juta untuk information tourism, agar banyaknya potensi wisata di Kepri, termasuk yang ada di Anambas dan Natuna juga siap didatangi wisatawan.

“Mudah-mudahan target kita, awal Februari 2022 nanti, famtrip segera bisa kita buka dengan mengundang sebanyak mungkin wisatawan dari berbagai negara, untuk datang ke Kepri,” harapnya.

Gubernur Ansar juga berharap kondisi peak season akhir tahun nanti tidak menimbulkan peningkatan kasus pandemi yang akan makin membuat situasi dalam ketidakpastian lagi karena pandemi. Karena itu, Gubernur menghimbau untuk menjaga betul prokes.

Ketua DPP Astindo Pusat, Pauline Suherno menyambut baik kegiatan ini sebagai angin segar bangkitnya kembali pariwisata. Karena itu, momen ini harus disambut para anggota tour dan travel dengan semangat kerja lebih keras lagi.

Seiring  makin membaiknya kondisi saat ini, dimana pemerintah juga terus melonggarkan berbagai aturan, termasuk aturan  penerbangan. Dimana saat ini, pemerintah telah membolehkan anak di bawah umur 12 tahun melakukan perjalanan.

“Momen ini harus terus kita manfaatkan, dengan  menggandeng banyak pihak guna menjual berbagai paket wisata. Termasuk kita juga membuat promosi secara masif yang isinya menginformasikan kesiapan wisata kita menerima tamu,” imbuh Paulin Suherno.

Sedang Ketua DPD Astindo Kepri, Dosma Tobing menjelaskan, kegiatan kali ini bukti telah bangkitnya pariwisata di Kepri. Karena kegiatan kali ini mendapat antusias dari berbagai kalangan. Terutama para komunitas sepeda yang sangat mendukung event ini.

Ditambahkan Dosma Tobing, Kepri patut bersyukur karena ekowisata Pandang Tak Jemu masuk 100 desa wisata terbaik di Indonesia. Dimana tempat yang mereka kelola sebagai tujuan wisata, mendapat pengakuan pemerintah.

“Ini bukti tempat wisata kita tidak kalah bersaing. Dan ke depan kita akan terus membenahi lokasi ini. Agar terget masuk 50 desa wisata terbaik di Indonesia, akan dengan mudah tercapai,” kata Dosma Tobing.

Di tempat yang sama Ketua Panitia Dedi Suhedi mengatakan, kalau kegiatan Astindo Joybike 2021 kali ini diikuti oleh 150 goeser dari berbagai komunitas sepeda di Kota Batam. Selain bersepeda, para goeser menutup dengan penanaman 150 mangrove sebagai bukti kepedulian kita pada kelestarian lingkungan.(*/red)