Jalan yang baru diaspal yang retak. Foto: BatamLagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pengerjaan jalan di Kavling Sei Pancur RT03/RW01 terkesan kejar tayang. Pengaspalan jalan sepanjang 150 meter yang dikerjakan pada Selasa (9/11) siang, tapi keesokan harinya Rabu (10/11), jalan tersebut sudah retak.

Bambang, warga yang tinggal di sekitar proyek tersebut mengatakan, rusaknya jalan dikarenakan saat pengikatan besi, tidak diikat pada titik penyambungan. Sehinga ketika dicor, beton jalan tersebut retak.

“Sebelum diaspal, kontraktor berusaha menutup keretakan tersebut dengan aspal supaya tampak menyatu. Tetapi setelah diaspal, justru malah retak sepanjang lebar jalan tersebut,” ujarnya.

Dikatakannya, pengerjaan proyek tersebut dari awal sudah terjadi “kejanggalan”. Pasalnya telah terjadi keretakan pada saat semenisasi.

“Proyek Dinas Bina Marga dan SDA Kota Batam yang menelan anggaran Rp 430.478.437 untuk peningkatan jalan di Sei Pancur tersebut sangat disayangkan warga,” ucapnya.

Pantauan BatamLagi.com di lokasi pada Rabu, 10 November 2021, jalan beraspal itu ada 2 titik yang retak. Sepanjang lebar jalan sekitar 4 meteran tersebut. Parahnya lagi, semen cor-coran di bawah aspal juga retak dan patah.

Manto, warga lainnya yang tinggal di sekitar proyek mengatakan, ia sangat menyayangkan pengerjaan proyek jalan ini.

“Jalan ini menelan anggaran yang besar, tapi baru saja diaspal sudah retak dan semen corannya patah. Sepertinya tak lama lagi hancur jalan aspal ini,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, warga menyoroti pengerjaan jalan yang terkesan asal-asalan tersebut. Karena itu warga Sei Pancur sangat kecewa.

“Kontraktor dalam mengerjakan pengaspalan jalan tersebut terkesan asal-asalan,” ujar Manto, Sabtu (23/10).

Dijelaskan, saat melakukan pengecoran, kontraktor tak memberi alas plastik sebagaimana mestinya di atas besi dicor. Bahkan tanahnya tidak dilakukan pemadatan.

“Ada juga sebagian tanah bauksit timbunan yang belum padat, tapi langsung dicor,” ungkapnya.

Lanjutnya, yang lebih parah lagi, penyambungan dari pengecoran yang satu ke pengecoran berikutnya tidak menyatu, karena besinya tidak diikat. Sehingga, usai dicor nampak renggang.

“Di sambungan coran semen itu renggang di tengahnya. Walaupun nanti diaspal, akan kelihatan,” ungkap Manto.

Lanjutnya lagi, paritnya hanya dibuat sepanjang 80 meter, padahal panjang jalan 150 meter. Ironisnya, persis di depan rumah warga tidak dibuat parit.

Sementara itu, Dohar, Kabid SDA Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam yang juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), yang dikonfirmasi terkait pengerjaan proyek tersebut, mengatakan, jika renggangan sambungan beton cor jalan tersebut berfungsi untuk kembang susut beton.

“Posisi untuk kembang susut beton Bro, pada setiap join beton,” ujar Dohar melalui WA, Sabtu (23/10).(*/srd/mrd)