Agus Mulyana (tengah) saat digiring petugas kejaksaan. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Agus Mulyana, Direktur CV Indhiang Kuring, selama 4 tahun masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Batam. Akhirnya, sang kontraktor ini berhasil dibekuk jajaran kejaksaan saat bekerja di Jakarta.

Sedangkan di kasus yang sama, mantan Kepala Bandara Hang Nadim Batam, Hendro Hariyono dan Waluyo, pejabat pembuat komitmen (PPK), sudah menghirup udara bebas. Pada tahun 2015 lalu, mereka divonis 4 tahun 6 bulan penjara, karena korupsi proyek pengadaan dan pemasangan genset 750 KVA.

Pada Selasa (26/10), Agus Mulyana diciduk tim tangkap buronan Kejaksaan Agung di Jalan Yos Sudarso, Sunter, Jakarta Utara.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Batam, Wahyu Oktaviandi kepada wartawan, Rabu (27/10), mengatakan, pria kelahiran Jakarta, 1 Mei 1969 itu selama menjadi buron mengaku menjadi sopir di salah satu perusahaan di Jakarta.

Lanjut Wahyu, terpidana Agus Mulyana menjadi DPO, karena saat dipanggil jaksa eksekutor, tidak datang memenuhi panggilan.

Namun, saat dibekuk, Agus Mulyana masih tetap mengaku tidak bersalah, dan hanya menjadi korban dalam kasus korupsi yang merugikan negara Rp 5,3 miliar dari total anggaran Rp 10 miliar itu.

Seperti diketahui, berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Pinang Nomor: 2/Pid.Sus-TPK/2017/PN Tpg tanggal 03 November 2017, terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, dijatuhkan pidana penjara 4 tahun dan denda Rp 150 juta dengan ketentuan jika denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan. Kini, Agus Mulyana sudah ditahan di Rutan Tembesi, Batam.(*/red)