Proyek jalan di wilayah Kavling Sei Pancur RW 03/RW01, Kelurahan Tanjung Piayu. Foto: BatamLagi.com.

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Proyek jalan dan pengaspalan di wilayah Kavling Sei Pancur RW 03/RW01, Kelurahan Tanjung Piayu dikomplain warga. Pasalnya, pengerjaan jalan sepanjang 150 meter itu terkesan asal-asalan.

Manto, salah seorang warga Sei Pancur, mengatakan pengerjaan proyek di wilayahnya itu sangat mengecewakan warga. Karena terkesan asal jadi.

“Kontraktor dalam mengerjakan pengaspalan jalan tersebut terkesan asal-asalan,” ujarnya, Sabtu (23/10).

Dijelaskan, selain itu, saat melakukan pengecoran, kontraktor tak memberi alas pada besi yang mau dicor. Awalnya diberi ganjal besinya, selanjutnya tidak diberi ganjal saat mau dicor. Lalu, tanahnya tidak dilakukan pemadatan sebagaimana mestinya.

“Ada juga sebagian tanah bauksit timbunan yang belum padat, tapi langsung dicor,” ucapnya.

Lanjutnya, yang lebih parah lagi, penyambungan dari pengecoran yang satu ke pengecoran berikutnya tidak menyatu, karena besinya tidak diikat. Sehingga, usai dicor nampak renggang.

“Di sambungan coran semen itu renggang di tengahnya. Walaupun nanti diaspal, akan kelihatan,” ungkap Manto.

Sambungan garis tengah coran beton yang renggang.

Lalu, sambungnya, parit jalan hanya dibuat di sebelah jalan saja. Panjangnya hanya 80 meter. Padahal proyek jalan itu sepanjang 150 meter. Ironisnya, persis di depan rumah warga tidak dibangun parit.

Ketika salah seorang warga menanyakan pengerjaan proyek tersebut, pihak kontraktor menyatakan, bukan tanggungjawabnya. Karena pihaknya hanya mengerjakan pengecoran langsung pengaspalan jalan.

Pada proyek peningkatan jalan itu, selaku kontraktor pelaksana adalah CV AEP, konsultan pengawas CV. RJP dengan nilai kontrak Rp 430.478.437. Lama waktu pengerjaan 120 hari kalender.

Pantauan media ini di lokasi, sambungan coran jalan tersebut tidak menyatu antara coran yang lama dengan yang baru. Sehingga saat semen sudah kering, akan kelihatan garis tengahnya, seperti terbelah.

Kualitas jalan semakin jelek, di saat cor-coran yang tak menyambung itu turun. Sehingga akan kelihatan jumplang. Hal ini tentu tidak diinginkan, karena jalan tersebut diharapkan warga akan digunakan hingga kurun waktu yang lama.

Sementara itu, Dohar, Kabid SDA Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam yang juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), yang dikonfirmasi terkait pengerjaan proyek tersebut, mengatakan, jika renggangan sambungan beton cor jalan tersebut berfungsi untuk kembang susut beton.

“Posisi untuk kembang susut beton Bro, pada setiap join beton,” ujar Dohar melalui WA, Sabtu (23/10).(srd/mrd)