Puskesmas Sei Pancur, Kelurahan Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk. Foto: ist

BATAM, BATAMLAGI.COM – Warga Kavling Sei Pancur, Kelurahan Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk mengeluhkan pelayanan Puskesmas Sei Pancur. Pasalnya, warga selalu dibuat kecewa saat membutuhkan ambulan untuk membawa pasien ke rumah sakit rujukan.

Adit, warga yang tinggal di sekitar Puskesmas Sei Pancur kepada wartawan ini mengatakan, dirinya dan warga sekitar puskesmas merasa kesulitan bila membutuhkan ambulan.

“Banyak alasan sopir yang katanya ambulan rusak lah. Onderdilnya ini itu yang rusak. Pernah juga saat ditelpon pun, sopirnya tak mau angkat telpon,” ujar Adit, Jumat (22/10).

Kata Adit, karena tidak mendapat respon yang baik, akhirnya warga dengan terpaksa memakai mobil pinjaman warga.

“Penolakan pemakaian ambulan itu sering dilakukan sopir ambulan. Padahal sopir itu rumah tinggalnya di lingkungan puskesmas,” ucapnya.

Ia menceritakan, saat itu ia dan warga menolong tetangganya yang sakit keras. Kondisinya sudah tidak bisa berjalan, sehingga harus dibawa dengan kondisi berbaring, dan membutuhkan ambulan puskesmas. Namun ambulan yang diharapkan tidak bisa membawanya ke rumah sakit.

“Kami saat itu butuh ambulan, tapi sopir puskesmas banyak alasannya. Mobil tidak bisa dipakailah. Pokoknya macam-macam alasannya,” ujarnya.

Akhirnya, pasien dibawa dengan mobil ambulan salah satu paguyuban.

Peristiwa itu juga terulang. Salah seorang warga yang ibunya mengalami pendarahan, juga kesulitan saat akan membawanya dengan ambulan puskesmas ke rumah sakit rujukan.

“Untung ada mobil warga, sehingga bisa dibawa ke rumah sakit,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi yang dikonfirmasi, Jumat (22/10) siang, terkait pelayanan mobil ambulan Puskesmas Sei Pancur tersebut mengatakan, bahwa kondisi mobil ambulan puskesmas tersebut memang tidak memungkinkan.

“Ambulan (Puskesmas) Pancur memang dalam kondisi tidak sempurna,” ujar Didi.

Ia menyarankan kepada warga bila membutuhkan ambulan puskemas, agar menghubungi kepala Puskesmas saja.

“Kalau butuh ambulan hubungi kepala puskesmasnya. Bukan sopirnya,” tutupnya.(*/red)