Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Reza Morandy Tarigan saat konferensi pers didampingi Kanit PPA Satreskrim Polresta Barelang Iptu Dwi Dea Anggraini, serta Kasi Humas Iptu Tigor Sidabariba, SH di Lobby Mapolresta Barelang, Senin (18/10). Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Nodai anak bawah umur, pria berinisial KP (28) dibekuk jajaran polisi Polresta Barelang. Dengan jurus tipu daya dan ancaman, pelaku meniduri korban yang masih berusia 14 tahun di penginapan Pelita, Kecamatan Lubukbaja.

Peristiwa itu berawal pada Jumat (1/10) sekira pukul 15.00 WIB, korban ijin untuk kerja kelompok. Namun hingga sekitar pukul 23.00 WIB korban belum pulang ke rumah. Hal itu membuat khawatir orang tuanya.

“Orang tua korban mencari ke rumah teman-teman korban, tetapi temannya tidak mengetahuinya. Karena dalam keadaan sakit, orang tua korban kembali ke rumah untuk istirahat,” ujar Kapolresta Barelang KBP Yos Guntur, SH, SIK, MH melalui melalui Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Reza Morandy Tarigan, SIK, MH saat konferensi pers didampingi Kanit PPA Satreskrim Polresta Barelang Iptu Dwi Dea Anggraini, S.Tr.K., serta Kasi Humas Iptu Tigor Sidabariba, SH di Lobby Mapolresta Barelang, Senin (18/10).

Dijelaskan, pada Minggu (3/10) pukul 23.00 WIB, korban pulang. Karena masih sakit, maka orang tua korban menyuruh korban untuk tidur.

Selanjutnya, pada Senin (4/10) sekira pukul 09.00 WIB, orang tua korban bertanya kepada korban, “Darimana saja, kenapa tidak pulang? Lalu korban menjawab, “Dibawa pelaku menginap di salah satu penginapan di Pelita Kota Batam”.

Sang orang tua kembali ditanya, “Apakah masih perawan?” Dan dijawab korban, “sudah tidak perawan”. Dan yang merenggut mahkotanya adalah pelaku KP.

Mendengar pengakuan korban, orang tua korban marah dan melapor ke Polresta Barelang.

Menerima laporan tersebut, jajaran Unit VI beserta Opsnal Satreskrim Polresta Barelang melakukan penyelidikan. Dan ditemukan alat bukti, kuat dugaan orang yang melakukan perbuatan persetubuhan terhadap anak dibawah adalah KP.

Kemudian didapatkan informasi bahwa pelaku sedang makan di wilayah SP Plaza, Kota Batam. Maka Unit VI beserta Opsnal Satreskrim Polresta Barelang mengejar dan mengamankan pelaku. Selanjutnya, tersangka dibawa ke Polresta Barelang untuk dilakukan pemeriksaan dan pelaku mengakui perbuatannya.

“Pelaku sudah diamankan dan ditahan di rutan Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Kepada polisi, pelaku mengaku untuk memuluskan aksinya, mengajak korban ke penginapan dengan alasan untuk menunggu teman pelaku. Sesampai di kamar hotel pelaku mengajak korban berhubungan badan. Korban tidak mau. Pelaku yang sudah kesetanan mengancam tidak akan mengantar korban pulang.

Akibat ancaman pelaku, korban terpaksa menyerahkan kesuciannya ke pelaku. Setelah pelaku selesai menodai korban, pelaku kembali mengancam akan memukul korban jika memberitahukan perbuatan tak senonoh itu kepada siapapun, lalu pelaku memberikan uang Rp 150 ribu.

Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 81 Ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 76 D ayat 1, Pasal 82 Ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, Pasal 76 E ayat 1.

“Ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara,” pungkasnya.(*/red)