Ibu-ibu mengenakan hijab saat membentangkan spanduk di bilangan WTB, Batamcentre, Minggu (17/10).

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Spanduk bertuliskan “Deklarasi Pengunduran Diri Massal, Pendiri, Penggagas, Pengurus DPD, Pengurus DPC, dan Anggota Partai Ummat Kota Batam”, dibentangkan di kawasan Welcome To Batam (WTB), Batamcenter, Minggu (17/10) pagi.

Ratusan orang itu mendatangi kawasan yang menjadi icon kota berbentuk kalajengking ini, mengklaim sebagai pengurus Partai Ummat tingkat DPD dan DPC se-Kota Batam.

Mereka spontan menggelar pengunduran diri secara massal dari partai besutan Amien Rais itu.

Wakil Sekretaris I DPD Partai Ummat Kota Batam, Yasinta Jasmidar dalam orasinya menyebutkan, pihaknya juga merupakan bagian dari pendiri Partai Ummat atau tim PP3U (Persiapan Pembentukan Partai Ummat) Batam.

“Kami yang mundur merupakan bagian dari pendiri Partai Ummat yang dalam hal ini disebut tim PP3U Batam,” ucap
Yasinta.

Yasinta menyebut, masalah internal yang membuat pihaknya mengundurkan diri secara massal.

“Ada masalah internal,” ucapnya.

Dijelaskan, sebenarnya untuk menyelesaikan masalah internal itu, pihaknya sudah melakukan upaya, tapi tidak mendapat solusi. Langkah somasi juga sudah dilayangkan. Tapi, pengurus pusat Partai Ummat cuek.

“Oleh sebab itu, kami pilih mundur massal. Memang belum ada tanggapan, sehingga langkah ini kami tempuh,” paparnya.

Diperoleh informasi, penyebab pengunduran diri itu adalah karena para kader tidak dilibatkan dalam pakta integritas.

Kader yang mengundurkan diri sebanyak 130 orang, terdiri 110 anggota DPC di 4 kecamatan, yakni: Sekupang, Batuaji, Sagulung, dan Bengkong, serta 20 pengurus DPD. Tak lama, usai berorasi, massa membubarkan diri.(*/red)