Pelaku penjambretan berinisial TSS di kantor polisi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Penjambret yang selama ini meresahkan warga berhasil dibekuk jajaran Polsek Lubukbaja. Pelaku adalah berinisial TSS. Residivis ini ‘dihadiahi’ timah panas di kakinya karena melawan petugas.

Kapolsek Lubukbaja, AKP Budi Hartono, Rabu (6/10) kepada wartawan mengatakan, pelaku beraksi di 16 TKP di wilayah hukumnya dan Batamkota. Korbannya adalah Buk Kian, wanita warga Perumahan Permata Baloi  Kecamatan Lubukbaja, Batam.

Peristiwa penjambretan itu terjadi pada Sabtu 12 Desember 2020. Saat itu korban keluar rumah berjalan kaki menuju kedai kopi, tak jauh dari rumahnya itu. Tak lama nongkrong, korban belanja sayuran di warung di samping kedai kopi tersebut.

Usai belanja, korban berjalan kaki pulang ke rumah. Sesampai di pinggir jalan, depan bundaran Perumahan Permata Baloi, dari arah belakang sebelah kanan datang pelaku mengendarai motor, langsung memepet korban. Pelaku langsung menarik paksa kalung emas yang dipakai di leher korban. Korban hanya bisa berteriak. Lalu, pelaku tancap gas membawa kalung emas.

Kasus penjambretan kembali terjadi di bulan yang sama. Kali ini menimpa Jeo Siok Tjeng, seorang ibu rumah tangga.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat 25 Desember 2020. Pagi itu korban bersama suaminya mengendarai mobil berhenti di depan Komplek Taman Nagoya Indah. Niatnya hendak mencari rumput yang mengandung obat yang tumbuh di sekitar pinggir jalan.

Saat berjalan kaki mencari rumput bersama suaminya, datang pelaku dari arah belakang sebelah kanan. Pelaku mengendarai motor memepet korban. Secepat kilat pelaku menarik paksa kalung emas di leher korban. Pelaku berhasil membawa kabur kalung emas korban.

Peristiwa itu dilaporkan ke polisi. Mendapat banyak laporan jambret di wilayah hukumnya, Unit Reskrim melakukan penyelidikan di lapangan dan mendapat petunjuk dari CCTv.

“Rekaman CCTv menjadi petunjuk kami mengungkap pelaku,” ungkap Budi Hartono.

Akhirnya, pelaku TSS diringkus di Blok 4, Kecamatan Lubukbaja. Namun saat ditangkap, pelaku berusaha kabur dan melawan petugas. Pria yang keluar dari penjara pada Oktober 2020 itu kena tembak di kakinya.

Kepada polisi, pelaku mengaku sengaja mengincar ibu-ibu yang memakai kalung untuk dijadikan mangsanya. Hasil kejahatannya itu lalu dijual ke pasar seken. Namun, penadah barang curian itu masuk daftar pencarian orang.

“Pelaku dijerat Pasal 365 ayat 1 KUHP junto Pasal 64 ayat 1 KUHP ancaman 9 tahun penjara,” tegasnya.(*/red)