Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama warga kepada di Komisi III DPRD Kota Batam, Jumat (1/10). Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Warga Perumahan Putra Jaya, Tanjunguncang, Batuaji mengeluh terkait pelayanan air PT Moya Indonesia yang hanya hidup malam hari, di lingkungan perumahaan kepada anggota DPRD Kota Batam, Batamcentre.

Keluhan tersebut disampaikan warga kepada Komisi III DPRD Kota Batam saat digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Jumat (1/10).

Sri, warga Perumahan Putra Jaya mengatakan, air yang mengalir di rumahnya baru hidup pada malam hari saja.

“Air itu ngalir di jam-jam tertentu saja. Seperti, di rumah kami hidup cuma malam saja, dari jam 10 malam, kadang malam jam 12 lewat baru hidup,” ucapnya.

Sri mengaku kecewa atas pelayanan pengelola air bersih tersebut, karena banyak kebutuhan rumah tangga menggunakan air bersih, yang terbengkalai.

“Gimana kami tak kecewa. Banyak kebutuhan seperti masak, anak mau sekolah, dan lainnya. Padahal, kawasan industri dan galangan kapal di dekat perumahan tetap dapat ngalir 24 jam,” ungkap Sri.

Ia pun bersama warga Perumahan Putra Jaya lainnya berharap, pengelola SPAM Batam dapat mengatasi persoalan tersebut dan menyediakan air bersih bagi warga terutama di pagi hari.

Mendengar keluhan warga, Arlon Veristo, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Batam mendorong pihak pengelola SPAM Batam untuk meningkatkan pelayanannya.

“Intinya untuk SPAM Batam, kami harap dapat meningkatkan kinerja mereka lah. Kalau ada satu titik airnya lancar tapi satu titiknya tidak, maka tidak ada namanya keadilan sosial,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi III DPRD Kota Batam Muhammad Rudi angkat bicara. Dari keluhan warga Tanjunguncang tersebut, pihaknya merasakan dampak kualitas pelayanan air bersih di area tersebut buruk.

“Ini jelas masalah yang kita butuh cepat solusinya,” bebernya.

Rudi berharap pemerataan pelayanan air bersih di semua titik wilayah di Batam. Sebab, menurut informasi, masih ada sekitar 21 wilayah stres area di Batam yang masih kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini juga dapat berdampak pada kualitas hidup warga Kota Batam yang sangat bergantung pada air bersih.

“Saya harap PT Moya dan SPAM BP Batam bisa langsung menurunkan tenaga teknisinya menyelesaikan permasalahan ini di rumah-rumah warga,” tegasnya.

Sementara, Direktur PT Moya SPAM Batam, Sutedi Raharjo menyampaikan, alasan kurang meratanya penyaluran suplai air bersih di Batam dikarenakan produksi air masih terbatas, sementara permintaan meningkat pesat.

“Rencana jangka pendek untuk mengatasi kebutuhan ai dengan meningkatkan kapasitas sudah direncanakan oleh pihak SPAM Batam,” jelasnya.

Pihaknya berencana membangun water treatment plant (WTP) di wilayah Mukakuning yang dapat menghasilkan sekitar 350 Liter air per detik. Lelang pembangunan WTP ini akan dimulai pada tahun ini, kemudian berlanjut pengerjaan sampai tahun 2022. Setelah lelang dan proyek selesai, nantinya penyaluran air tambahan dari Mukakuning dapat dimulai di tahun 2023.

Ada beberapa jaringan perpipaan juga akan mengalami revitalisasi. Seperti pelebaran diameter dan perbaikan pipa dari korosi.

“Hal ini dilakukan agar suplai air bertambah dan penyaluran ke daerah-daerah dapat berjalan lancar,” paparnya.(*/red)