Jajaran Dittipidsiber Bareskrim Polri saat mengekspos kasus penipuan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (1/10). Foto: humas

JAKARTA (BATAMLAGI.COM) – Sebanyak 4 orang tersangka kasus penipuan dengan skema Bussiness Email Compromise (BEC) dibekuk Jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri. Para pelaku merugikan perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) dan Taiwan.

Dir Siber Bareskrim, Brigjen Asep Edi Suheri mengatakan, keempat tersangka adalah berinisial CT, NTS, YH dan SA. Dalam menjalankan aksi kejahatannya, para pelaku telah membuat korban merugi Rp 84,8 miliar.

“Para tersangka melakukan penipuan dengan skema bisnis email compromise kepada korban SW dari Korsel dan WHF dari Taiwan. Yang menyebabkan kerugian untuk SW Rp 82 miliar. Lalu, untuk WH kerugian Rp 2,8 miliar,” ujar Asep di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (1/10).

Dikatakan Asep, para pelaku melakukan modus operandi BEC dengan ditujukan kepada Manajer Keuangan atau bagian keuangan dari perusahaan korban. Para pelaku membobol email dua perusahaan tersebut dan mengganti data atau identitas, sehingga terjadinya proses transfer dana. Dimana, yang seharusnya uang itu masuk ke perusahaan korban, tetapi malah masuk ke dalam rekening pelaku.

“Dengan demikian bisa juga terjadi suatu transfer dana dari satu perusahaan ke perusahaan yang dikira adalah perusahaan itu mitranya,” tutur Asep.

Dalam kasus ini diamankan barang bukti di antaranya, uang tunai Rp 29 miliar, 3 telephone selular, 9 buah buku tabungan dari berbagai bank, Paspor para tersangka, 14 buah kartu ATM, 9 buku cek bank, 1 sepeda motor, 3 KTP tersangka, 1 NPWP tersangka, surat izin usaha, stamp atau cap perusahaan, akta notaris pendirian perusahaan, bukti pengembalian dana dari bank dan bukti transaksi penukaran mata uang asing.

“Atas perbuatannya, mereka disangka melanggar Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) UU No 19 Tahun 2016, Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang TPPU, Pasal 82, Pasal 85 UU No 3 Tahun 2011 tentang Tindak Pidana Transfer Dana dan Pasal 378 KUHP,” tegasnya.(*/red)