Presiden Jokowi (pakai jas hujan) menanam pohon bakau (Mangrove) di Pantai Pulau Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam, di tengah air pasang air laut, Selasa (28/9). Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanam pohon bakau (Mangrove) di Pantai Pulau Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Selasa (28/9). Dalam kondisi hujan, penanaman bakau di tengah air pasang berjalan lancar.

“Kan ngak lucu kalau saya hanya di atas, yang lain di laut. Ngak masalah hanya 5 sampai 10 menit saja,” kata Jokowi yang mengenakan jas hujan warna merah di tengah hujan dan memakai masker, usai menanam bakau seraya tertawa.

Jokowi mengatakan, Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia sekitar 3,36 juta hektare, kurang lebih 20 persen dari total hutan mangrov yang ada di dunia.

“Itu artinya kita memiliki kekuatan potensi hutan mangrove,” ujarnya.

Ia menegaskan, hal penting yang harus dilakukan selain menanam mangrove, juga harus menjaganya dengan baik.

“Yang penting yang harus dilakukan bagaimana memelihara, bagaimana merawat, bagaimana merehabilitasi yang rusak, sehingga betul-betul terjaga,” pesannya.

Presiden juga menjelaskan fungsi dari hutan mangrove, karena selain memperbaiki ekosistem yang di pesisir pantai, juga dapat mengurangi abrasi air laut. Dan hal yang paling penting adalah agar habitat di sekitar mangrove juga terjaga dengan baik. Dan sangat mengurangi emisi karbon dibanding hutan-hutan tropis di darat.

“Sebagai negara yang memiliki hutan mangrov terluas di dunia, kita wajib memelihara ini. Karena apapun ini kekuatan Indonesia,” tutupnya. Selain menanam mangrove, di hari yang sama, presiden juga melepasliarkan 2 ekor burung elang laut.(*/red)