Ilustrasi pelaku kejahatan tangannya diborgol.

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pria berinisial TNM ini tak berkutik saat dibekuk polisi. Akibat perbuatannya menghamili gadis bawah umur, pria berusia 44 tahun ini harus meringkuk di balik jeruji penjara.

Pria berperawakan gemuk itu dibekuk Tim gabungan Unit VI Sat Reskrim Polresta Barelang dan Opsnal Satreskrim Polresta Barelang pada Jumat (24/9).

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Reza Morandy Tarigan mengatakan, ibu korban melihat ada perubahan pada tubuh anaknya pada Kamis (23/9) sekira pukul 08.00 WIB. Sang itu lalu menanyakan kepada korban perihal perutnya yang membesar.

Saat ditanya, sang putri enggan mengakuinya. “Awalnya anak pelapor tidak mau mengakui, hanya bilang tidak ada apa-apa,” kata Kasat.

Lalu, sekitar jam 14.00 WIB, korban merasakan sakit pada perutnya, kemudian oleh ibunya langsung dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth di Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam. Usai pemeriksaan oleh dokter, korban ternyata hamil.

“Usai diketahui hamil, anak pelapor bercerita kepada suster di rumah sakit bahwa, kehamilannya itu akibat perbuatan TNM, yang dikenalnya saat mengikuti fashion show beberapa waktu lalu,” paparnya.

Dari pengakuan korban, perbuatan tak senonoh itu sudah beberapa kali dilakukan dengan pelaku. Orang tua korban pun kaget, pasalnya tentang hubungan anaknya dengan pelaku tidak pernah diketahuinya.

Kasus tersebut dilaporkan ke polisi. Atas laporan tersebut, Reza memerintahkan jajarannya untuk melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan melakukan penyelidikan.

“Dari hasil penyelidikan tersebut ditemukan alat bukti, pelaku diduga melakukan persetubuhan anak dibawah umur. Pelaku sudah diamankan dan ditahan di Rutan Polresta Barelang,” tegas kasat.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 81 Jo 82 UU RI No.17 Tahun 2016, Penetapan peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” tutupnya.(*/red)