Ketua KPK Firli Bahuri saat menggelar jumpa pers terkait penahanan tersangka Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin, Sabtu (25/9) dinihari.

JAKARTA (BATAMLAGI.COM) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Lampung Tengah.

Azis dibawa dari rumahnya untuk diperiksa ke markas KPK, Jumat (24/9) sekitar pukul 19.10 WIB. Selanjutnya dilakukan penahanan.

Pantauan di Gedung Merah Putih KPK. Azis tiba sekitar pukul 20.00 WIB. Dia terlihat menggunakan baju batik warna kuning.  Politikus Partai Golkar tersebut enggan bicara. Bahkan menghindari awak media setibanya di markas komisi antirasuah itu, dan memilih langsung masuk ke dalam untuk menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya, KPK mencari Azis. Tim penyidik sempat menelusuri rumah Azis.

“Saat ini penyidik melakukan pencarian keberadaan saudara AS (Azis Syamsuddin),” kata Ketua KPK, Firli Bahuri kepada awak media, Jumat (24/9).

Firli lebih jauh menuturkan, langkah ini diambil karena Azis tidak kunjung hadir saat dipanggil. Firli mengatakan pihaknya membutuhkan keterangan Azis saat ini.

Lembaga Antikorupsi juga menyertakan tim medis dalam memanggil Azis. Hal itu dilakukan karena Azis beralasan habis berkontak dengan orang yang terpapar Covid-19.

Firli Bahuri mengungkapkan, hasil tes Covid-19, Azis dinyatakan negatif.

“Diperiksa tes swab antigen dan hasilnya negatif, maka saudara AS dibawa ke Gedung Merah Putih KPK,” ungkap Firli.

Firli Bahuri langsung mengadakan konfrensi pers, Sabtu (25/9) dinihari, terkait pengumuman dan penahanan tersangka Azis.(*/red)