Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Reza Morandy Tarigan mengekspos kasus tambang pasir. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Sebanyak 7 penambang pasir di Teluk Mata Ikan, Kecamatan Nongsa, ditangkap jajaran Unit V Sat Reskrim Polresta Barelang, Selasa (21/9).

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Reza Morandy Tarigan mengatakan, penangkapan berawal dari adanya laporan masyarakat yang resah dengan adanya penambangan liar.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada penambangan pasir ilegal terletak di Teluk Mata Ikan,” ujarnya, Kamis (23/9).

Lalu, dari hasil informasi di masyarakat itu, pihaknya bersama gabungan dari Ditpam BP Batam dan Dinas Tangkapan Air BP Batam langsung menuju ke lokasi. Pihaknya menemukan beberapa orang yang sedang melakukan pekerjaan illegal mining (penambangan liar). Para pelaku pun diamankan. Mereka adalah pemilik tambang dan pekerja.

“Ada 7 orang tersangka kita lakukan penahanan di antaranya berinisial A pemilik tambang R, CPU, S pekerja tambang, A dan J penyemprot air serta R penyedot air,” tegasnya.

Dikatakan Reza, untuk barang bukti untuk sementara hanya diberikan garis polisi mengingat beratnya hasil penambangan dan alat yang digunakan untuk menambang pasir.

“Barang bukti masih ada di tempat kejadian perkara karena mesin dan paralon berat, jadi kita masih membutuhkan alat untuk mengambil ke TKP,” jelasnya.

Lanjut Reza, ketujuh pelaku terancam hukuman penjara 5 tahun atau denda Rp 100 miliar terkait perusakan dan pencemaran lingkungan.

Dari pengakuan tersangka, aktifitas penambangam itu sudah dilakukan selama sebulan. Para pekerja diberi upah Rp 100 ribu untuk satu truk.

“Dalam sehari mereka bisa memuat pasir tiga truk, dan setiap truk pekerja diberi upah Rp 100 ribu,” ungkapnya.(*/red)