Para pengungsi warga negara (WN) Afganistan saat duduk di depan halaman Gedung DPRD Kota Batam, Rabu (22/9) siang. Foto: BatamLagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Puluhan pengungsi sekitar 50 warga negara (WN) Afganistan mendatangi Gedung DPRD Kota Batam, Rabu (22/9). Mereka mengeluhkan ketidakjelasnya dan meminta bantuan agar segera dikirim ke negara tujuannya.

Husaini meminta agar Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) Perwakilan Indonesia mengirimkan mereka ke negara ketiga, di antaranya Australia, Kanada, New Zealand, dan Amerika Serikat (USA).

Kata pria yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini, ada sekitar 600 WN Afganistan di Kota Batam, yang sudah tinggal 6 sampai 8 tahun berada di Indonesia.

“Kita minta tolong untuk dipindahkan ke negara ketiga, karena Afganistan sekarang sudah tidak aman,” ujarnya, seraya mengatakan, para pengungsi sudah 6 tahun menyampaikan ke UNHCR untuk proses pemindahan ke negara baru tujuan para pengungsi, namun tak ada jawaban.

Saat mendatangi gedung wakil rakyat itu, mereka membentangkan banner di antaranya bertuliskan; SOS Refugees Call on You to Take Action, Afghanistan is Not Safe, Kami Meminta Perpindahan ke Negara Tujuan lalu ada juga SOS 14 pengungsi telah bunuh diri kenapa?

Ali Akbar, WN Afganistan lainnya juga membenarkan bahwa nasib mereka tidak jelas hingga sekarang.

“Anak-anak kami tidak bisa sekolah, kami tidak bisa bekerja,” ucapnya.

Selama ini mereka tidak dapat bekerja dan hanya mengandalkan uang saku dari International Organization for Migration (IOM).

Uang saku yang diberikan hanya sebesar Rp 1 juta lebih per orang setiap bulan untuk orang dewasa, sedangkan anak-anakl diberikan Rp 500 ribu per bulan.

“Sama sekali tidak bisa bekerja, ini yang buat berat. Kami bingung sudah tinggal lama di sini (Batam). Semenjak Taliban berkuasa, komunikasi sulit, saya tak tahu kabar mereka,” ungkapnya, dengan suara lirih.

Ali juga menceritakan, ia sudah 8 tahun di Indonesia. Katanya sejak 2014 sudah 14 WN Afganistan yang bunuh diri di Indonesia. “Tahun ini di Tanjungpinang,” papar Ali.

Para pengungsi Afganistan itu, selain tinggal di Rudenim, Kecamatan Sekupang, beberapa dari mereka tinggal di Hotel Kolekta, Kecamatan Lubukbaja.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto yang datang dan menerima aksi damai para pengungsi dari Afganistan itu yang semula duduk di bawah terik matahari, mengajak puluhan pengungsi untuk berteduh di gedung dewan di Batam Center itu.

“Masalah pengungsi ruangnya memang bukan di sini. Tetapi kita berbicara kemanusiaannya karena dampak sosialnya tidak bisa lepas dari masyarakat Kota Batam,” kata Budi kepada media.

Pihaknya akan berusaha membantu menyampaikan tuntutan tersebut kepada pihak Imigrasi, Pemko Batam, dan instansi terkait.

“Kita DPRD Batam hanya memfasilitasi saja, karena ini menyangkut pencari suaka di Batam,” ucapnya.(*/red)