Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang bersama Bea Cukai Kota Batam dan Kanwil Bea Cukai Provinsi Kepri saat mengekspos kasus sabu, Senin (20/9). Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kapal yacht ditangkap tim gabungan Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang bersama Bea Cukai Kota Batam dan Kanwil Bea Cukai Provinsi di Perairan Pulau Puteri, Nongsa Kota Batam, Minggu (5/9). Kapal tersebut mengangkut sabu-sabu sebanyak 1 kwintal lebih atau seberat 107,258 kilogram asal Cina.

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Darmawan pada konfrensi pers di Mapolresta Barelang, Senin (20/9), mengatakan, pihaknya baru merilis kasus tersebut karena harus mengungkap jaringan narkotika.

“Kenapa baru sekarang dirilis karena kita mencoba mengungkap jaringan, kemudian kita juga membuka link dalam rangka pengembangan sehingga kita dapatkan hasil yang lebih besar,” ujar Darmawan.

Dikatakan Darmawan, peredaran Narkoba ini tidak dilakukan oleh perorangan, tapi dilakukan sindikat. Dalam kasus ini, ada 5 tersangka yang diamankan dan terlibat dalam sindikat penyelundupan Sabu yang dikirim dari Malaysia tujuan Kalimantan. Dan Batam hanya dijadikan jalur perlintasan oleh para pelaku.

“Lima (tersangka) yang kita amankan,” paparnya.

Para tersangka yang dibekuk yakni; Inisial RA (26) asal Jakarta, AJA (23) Jatim Jombang, EAH (25) asal Bitung Sulawesi Utara, H (33) Jawa Barat dan ROS (26) asal Batam. Dan Satu orang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) inisial JB.

Lanjut Darmawan, modus pelaku dalam membawa barang haram tersebut dengan menggunakan kapal yacht yang dikemas bungkus teh merek guanyinwang, dengan harapan pihak aparat tidak mencurigai dan tidak melakukan pemeriksaan.

“Ini bisa dikatakan modus baru, biasanya mereka selalu menggunakan kapal nelayan tetapi sering terendus, kali ini menggunakan kapal mewah yacht. Modus ini menjadi biasa dan bisa kita ungkap,” ungkapnya.

Diungkapkan Darmawan, nilai Sabu yang diamankan diperkirakan bernilai Rp 128 miliar. Polisi juga mengamankan kapal yacht, tas ransel pembawa sabu.

Dikatakan Darmawan, dengan penangkapam Sabu seberat 107,258 kilogram ini, negara bisa menyelamatkan generasi bangsa sebanyak 300 hingga 400 ribu jiwa manusia.

“Jika lolos berapa banyak yang menjadi korban narkotika,” ulasnya.(red)