Emas yang akan diselundupkan pelaku diamankan petugas. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Bea Cukai Batam menggagalkan penyelundupan emas dalam paket di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) PPP, Kecamatan Batam Kota, Batam, Rabu (4/8). Emas tersebut disembunyikan di dalam 3 paket yang diberitahukan lampu dan 1 paket yang diberitahukan aksesori.

Kepala Seksi Layanan Informasi, Undani, Kamis (16/9), mengatakan, emas berbagai bentuk dengan berat total 136,22 gram senilai Rp 117,19 juta akan dikirim ke Jakarta, Balikpapan, Jambi dan Kabupaten Rokan Hilir oleh seseorang.

Dikatakan Undani, penangkapan tersebut diawali dari pemeriksaan rutin petugas bea cukai menggunakan mesin x-ray di TPS PPP.

“Petugas mencurigai beberapa isi paket dalam kantong kiriman yang menunjukkan citra saat dimasukkan ke mesin x-ray,” jelas Undani.

Kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap barang kiriman tersebut dengan cara pindai ulang per paket atas kantong barang kiriman yang dicurigai tersebut.

“Lalu diamankan 3 paket yang diberitahukan lampu, dan 1 paket diberitahukan aksesoris. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik dengan cara dibuka dan disaksikan oleh kuasa barang,” ujar Undani.

Petugas menemukan emas yang disisipkan di rangka bagian dalam lampu jenis LED (Light Emitting Diode) dan juga di dalam paket yang diberitahukan aksesoris.

“Atas temuan tersebut dilakukan penindakan dan atas barang bukti diamankan di Kantor Bea Cukai Batam untuk proses lebih lanjut,” papar Undani.

Dijelaskan juga, emas tersebut diduga sengaja diselundupkan untuk menghindari pengenaan Bea Masuk (BM) dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) yang dibebankan terhadap barang yang dikirimkan dari Kawasan Bebas Batam ke daerah Indonesia lainnya.

“Potensi kerugian negara yang timbul akibat penghindaran kewajiban BM dan PDRI dari penyelundupan emas tersebut
diproyeksikan sebesar Rp 31,37 juta,” ungkapnya.

Jadi, lanjut Undani, sepanjang sudah dibayar bea masuk dan pajak, emas tersebut bisa dikirimkan ke penerima.

Ditambahkan Undani, sampai dengan 31 Agustus 2021, Bea Cukai Batam berhasil menorehkan 347 penindakan dengan total nilai tangkapan Rp66,25 miliar, dan taksiran potensi kerugian negara Rp18,63 miliar.(*/red)