Para tersangka kasus pengiriman PMI ilegal digiring petugas di Polda Kepri. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Lagi, Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebanyak 7 orang yang akan dikirim secara ilegal ke Malaysia, berhasil digagalkan polisi di Tanjung Uban Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan. Lima pelaku turut ditangkap.

Wadirkrimum Polda Kepri AKBP Doni Siswoyo, mengatakan, pengungkapan yang dilakukan oleh jajaran Subdit IV Direktorat Kriminal Umum ini, merupakan kerjasama yang baik antara masyarakat dengan penyidik Polri.

“Pengungkapan ini adalah informasi dari masyarakat, kemudian kita tidak lanjuti dengan melakukan pengecekan informasi, dan dapat diamankannya kelima orang ini,” ujar Doni, Rabu (15/9).

Kelima pelaku adalah A, AB, S, AM dan AM, yang kini berstatus tersangka dan ditahan di Direktorat Kriminal Umum Polda Kepri.

Modus yang dilakukan pelaku, kata Doni, melakukan perekrutan kepada korban dan dijanjikan akan bisa bekerja di Malaysia. Para korban dipungut biaya Rp 5 juta per orang.

“Korban sendiri sudah mengeluarkan biaya untuk sampai datang ke sini (Batam), dan semua dari luar kota dengan ongkos pribadi. Setiap orang diminta Rp 5 juta sebagai biaya pengurusan,” paparnya.

Kelima tersangka memiliki tugas masing-masing, seperti bertugas sebagai ABK kapal, penjemputan dan  penampungan. Atas perekrutan korban, tersangka mendapatkan keuntungan jutaan rupiah dari 7 korban. Pelaku juga mengaku baru sekali ketahuan sebagai jasa pengirim PMI ilegal.

“Inisial AM dia mendapat keuntungan kurang lebih 6 juta (rupiah) kemudian berinisial AB dan A dan AM itu keuntungannya Rp 2 juta sedangkan S 1,5 juta,” tutupnya.(*/red)