Kapolsek Nongsa, AKP Yudi Arvian saat mengekspos kasus pencurian dan pemerkosaan. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Polisi membekuk pria bejat dan sadis yang melakukan pencurian, pemerkosaan terhadap bidan dan pencabulan kepada anak bawah umur. Pria berinisial L (30) ini harus meringguk di dalam sel tahanan dalam kondisi kedua kaki kena timah panas.

Kapolsek Nongsa AKP Yudi Arvian mengatakan, Tempat Kejadian Perkara (TKP) pertama pada tanggal (25/7) pelaku melakukan pemerkosaan terhadap seorang perempuan di Kampung Melayu, Kecamatan Nongsa, sekitar pukul 02.00 WIB.

“Korban terbangun dari tidur dan melihat seorang laki-laki bertubuh tinggi besar berada di samping kanannya,” ungkap Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Polsek Nongsa Iptu Sofyan Rida, Kasi Humas Polresta Barelang Iptu Tigor Sidabariba saat menggelar konferensi pers, di halaman Polsek Nongsa, Senin (13/9),

Kehadiran pelaku itu membuat korban kaget. Dengan tangan memegang pisau, pelaku mengancam korban agar diam. Lalu menyuruh korban untuk membuka pakaiannya sehingga terjadi pemerkosaan tersebut.

Saat peristiwa itu terjadi, korban tengah tidur bersama anaknya yang masih balita.

“Suami korban lagi keluar rumah,” ujar Yudi Arvian.

Kemudian, TKP kedua, pada Sabtu (4/9) sekitar pukul 05.00 WIB pelaku mencuri handphone saat ditinggal korban tidur di Family Dream, Kecamatan Nongsa.

“Korban baru mengetahui hp miliknya telah hilang setelah keesokan harinya bangun pagi tidak mendengar suara alarm,” jelasnya.

Sedangkan di TKP ketiga, pada Selasa (7/9) sekitar pukul 05.10 WIB, pelaku kembali mencuri 4 handphone dan mencabuli anak bawah umur di Family Dream, Kecamatan Nongsa. Lagi-lagi pelaku mengancam korban dengan pisau.

Pelaku masuk ke dalam kamar korban, dan mengancam menggunakan sebilah pisau menyuruh korban untuk melayani nafsu bejat pelaku. Setelah itu, kabur dengan cara merusak pagar samping rumah korban.

Peristiwa itu dilaporkan korban ke Polsek Nongsa. Lalu, polisi melakukan penyelidikan yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Nongsa Iptu Syofian Rida dan diperoleh informasi dari masyarakat terkait keberadaan pelaku. Dengan gerak cepat polisi menangkap pelaku di Ruli Kampung Aceh, Kelurahan Mukakuning, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam.

Saat hendak diamankan, pelaku melakukan perlawanan terhadap petugas sehingga, polisi memberikan tindakan tegas terukur dengan cara melumpuhkan kedua kakinya.

Dari pengakuan pelaku kepada polisi, sebelum beraksi, pelaku terlebih dahulu nyabu. Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal berlapis yakni Pasal 285 KUHPidana Jo Pasal 2 ayat 1 UU RI Darurat Nomor 12 Tahun 1951, Pasal 365 ayat 2 Jo Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76E UU RI No.17 tahun 2016, Pasal 363ayat 1 ke 3e, 5e KUHPidana.

“Ancaman hukuman paling tinggi 15 tahun penjara,” tegasnya.(*/red)