Ketua RW09, Sulasmadi usai melihat rumah warganya yang ludes terbakar. Foto: BatamLagi.com.

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pasca kebakaran rumah liar (Ruli) di RT04/RW09, Baloi Mas Indah, Kecamatan Lubukbaja pada Rabu (8/9) malam, sejumlah bantuan berdatangan. Sementara, korban ditampung di pos dan tenda yang didirikan di dekat lokasi kebakaran.

Diduga, kebakaran tersebut dipicu akibat ledakan tabung gas LPG. Puluhan rumah semi permanen dan papan itu hangus, menyisakan puing. Untungnya api tidak menjalar ke perumahan yang hanya dibatasi jalan setapak di ruli tersebut.

“Saat kejadian kami sedang di luar, saat pulang, api sudah di sini,” kata warga perumahan sembari telunjuknya mengarah ke atas rumahnya, mengira si jago merah juga melalap rumahnya. “Wah ngeri mas, malam itu,” ucapnya.

Ketua RW09, Sulasmadi yang ditemui media ini mengatakan, warganya yang menjadi korban dalam musibah tersebut, terdiri dari 21 rumah, dengan jumlah 45 Kepala Keluarga (KK) dan 123 jiwa.

“Laki-laki 44 jiwa dan perempuan 43 jiwa,” ujar Sulasmadi, Kamis (9/9) sore.

Ia merinci, untuk korban anak-anak; Umur 1-5 tahun ada 9 jiwa, umur 6 – 12 tahun ada 16 jiwa, umur 13 – 18 tahun ada 7 jiwa, 1 bayi berusia 1 hari, 1 bayi berusia 1 bulan, dan 2 bayi berusia 3 bulan.

Terkait dengan bantuan dari pihak luar dan pemerintah, ia menyebutkan mulai berdatangan. “Alhamdulillah, bantuan untuk korban ada,” ujarnya.

Menurut Yena, anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana), pihaknya usai peristiwa tersebut langsung mendirikan tenda dan membuat dapur umum. Bantuan dari pihak luar juga ada.

“Untuk bantuan makanan tadi sudah masuk dari Bina Cakra, Kapolsek Lubukbaja. Untuk malam ini, juga ada dari pihak kecamatan,” ujar Yena, Kamis sore.

Wanita berhijab ini juga menjelaskan, untuk sore itu, juga para korban diberi perlengkapan mandi.

“Kalau malam ini, juga dibagikan perlengkapan mandi. Kalau tadi makanan juga dibagi,” ujarnya.

Sementara itu, tampak warga sekitar juga menyumbang sembako untuk para korban, dengan diangkut mobil Toyota Fortuner.

“Ia bang ini sumbangan warga sekitar,” ujar pria yang bertugas menerima sumbangan sembari mencatat jumlah barang di kertas.(*/red)