Pasutri EA (27) dan ES (25) pelaku penggelapan diamankan di Mapolresta Barelang. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Demi memiliki yang Rp 105 juta, pasangan suami-istri berinisial EA (27) dan ES (25) menyusun drama bak sinetron. ES berpura-pura menjadi korban penjambretan, sedangkan EA sebagai pelakunya.

Namun, skenario yang disusun pasutri muda ini dapat diungkap polisi. Kini, keduanya harus meringkuk di dalam sel tahanan.

Ceritanya, Selasa (31/8), ES mendapat tugas dari perusahaan tempatnya bekerja untuk mengambil uang tunai di bank dengan cek yang diberikan oleh pimpinan ES di Kompleks Batam Plaza, Jalan Imam Bonjol Kecamatan Batuampar, Batam. Setelah cek dicairkan, uang Rp105 juta itu dibawa ES.

Rencananya uang itu akan disetorkan kembali ke bank lain untuk membayar gaji karyawan.

Namun, ES mengaku kepada pimpinannya, bahwa uang tersebut dijambret seseorang. Pihak perusahaan melaporkan ke polisi.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan kepada wartawan, Minggu (5/9) mengatakan, setelah menerima laporan dari perusahaan tempat ES bekerja, tim langsung melakukan penyelidikan di lapangan, dan menemukan kejanggalan kasus tersebut.

“Tim gabungan Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Barelang dan Opsnal Polsek Batuampar mendatangi TKP dan mengecek CCTv melihat ada kejanggalan,” tegasnya.

Selanjutnya pada Rabu (1/8) sore, tim mengamankan EA, pelaku perampokan. Setelah diperiksa EA mengaku sebagai suami ES.

Setelah diintrogasi, EA mengaku bersekongkol dengan ES untuk melakukan tindak pidana penggelapan dengan modus pencurian dengan kekerasan itu. Pasutri itu pun digelandang ke kantor polisi.

“Atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan Pasal 374 dan atau 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tegasnya.(*/red)