Ustad Yahya Waloni (kanan) saat dibawa ke Bareskrim Polri. Foto: ist

JAKARTA (BATAMLAGI.COM) – Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menangkap Ustad Yahya Waloni di rumahnya daerah Cibubur pada Kamis (26/8) sore. Sebelumnya, YouTuber Muhamad Kosman alias Muhamad Kece juga ditangkap. Diduga, keduanya menistakan agama.

Netizen mengapresiasi kinerja Bareskrim yang telah menangkap M Kece dan Yahya Waloni. Namun, warganet juga mendukung agar Polri bergerak cepat menangkap Permadi Arya alias Abu Janda yang dilaporkan sejak beberapa bulan lalu.

“Saya sangat mengapresiasi @DivHumas_Polri @CCICPolri yang sudah gerak cepat menangkap Muhamad Kece. Tapi saya juga selalu menantikan gerak cepat @DivHumas_Polri @CCICPolri dalam menetapkan Abu Janda sebagai tersangka! Sekedar info, bahwa DPP KNPI tidak pernah menarik laporan!,” tulis akun Hari Pertama dikutip dari Twitter pada Kamis.

Lalu, akun Eko Widodo @ekowboy2 menyebut Yahya Waloni sudah yakin bakal dilaporkan ke Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas ceramahnya. Sehingga, tidak heran jika polisi menangkapnya. Akan tetapi, kapan Polri bergerak tangkap Abu Janda masih jadi pertanyaan publik.

“Tudingan Yahya Waloni sudah dibukukan jadi beliau sudah tau konsekuensinya bahkan berapa kali nantang ingin dilaporkan. Abu Janda dan Ade Armando, kapan ditangkap!,” tulis Eko Widodo.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono saat dihubungi wartawan membenarkan atas penangkapan Ustad Yahya Waloni.

“Iya betul (ditangkap) tadi sore sekitar jam 17.00 WIB di rumahnya,” kata Argo Yuwono.

Menurut dia, Yahya Waloni ditangkap tanpa ada perlawanan oleh petugas. “Kooperatif,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan Yahya ditangkap terkait kasus dugaan penodaan agama. “(Ditangkap terkait) penodaan agama,” ujarnya.

Sementara itu, Abu Janda dalam klarifikasinya yang diunggah di YouTobe, sudah meminta maaf terkait “Islam arogan”. Katanya, tulisannya di twiter yang viral itu sudah tidak utuh, karena telah dipotong.

“Yang saya maksud adalah Islam pendatang dari Arab, bukan generalisasi semua Islam. Mohon maaf jika ada kesalahan,” ujarnya.(*/viva)