Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan. Foto Humas

JAKARTA (BATAMLAGI.COM) – YouTuber Muhammad Kece diduga melakukan penistaan agama sehingga dilaporkan ke Bareskrim Polri. Kini, dia ditangkap polisi.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, mengatakan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak membagikan ulang (share) video-video Muhammad Kece yang berbau kontroversial karena bisa saja terjerat UU ITE.

“Tentunya kita mengimbau kepada masyarakat agar postingan yang dapat berisiko agar dihindari karena akan berisiko,” ujar Ramadhan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, dalam siaran tertulisnya, Selasa (24/8).

Dikatakan Ramadhan, video Muhammad Kece yang diduga menghina agama Islam berpotensi memecah-belah kelompok. Dia menyebut warga yang mem-posting video M Kece itu bisa saja dijerat UU ITE.

“Ya bisa (dijerat UU ITE). Cuma kita lagi fokus kepada yang membuat. Jadi yang membuat dan pelaku yang bersangkutan,” paparnya.

Lebih lanjut, kata Ramadhan, Polri sedang berupaya untuk melakukan take down terhadap video Muhammad Kece yang dinilai tidak pantas. Hanya, kata Ramadhan, bisa saja video-video itu bukan ditemukan di akun Muhammad Kece, melainkan di akun warga yang membagikan ulang.

“Sementara ada masyarakat yang membagikan secara liar. Konsentrasi yang dilakukan Polri dan Kominfo adalah akun MK. Jadi bisa saja, postingan itu masih ada, tapi bukan lagi ditemukan dari postingan MK,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/8), mengatakan, Muhammad Kece ditangkap di Bali. Kini dia sedang dibawa ke Bareskrim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Hari ini akan dibawa ke Bareskrim,” ujar Agus.

Muhammad Kace sebelumnya dilaporkan oleh sejumlah pihak soal videonya yang diduga menistakan agama. Polisi juga menegaskan bukti awal sudah cukup sehingga kasus ditingkatkan ke penyidikan.

Sebelumnya, sudah empat laporan diterima polisi atas ‘kelakuan’ YouTuber dengan channel Muhammad Kece viral di media sosial.(*/red)