Anggota TNI Angkatan Laut saat mengamankan Tanker MT. Strovolos dan para ABK. Foto: ist

KEPRI (BATAMLAGI.COM) – Jajaran TNI Angkatan Laut melalui unsur Komando Armada I KRI John Lie-358 berhasil menangkap kapal Tanker MT. Strovolos yang melakukan pelanggaran di wilayah teritorial Indonesia di Perairan Anambas Kepulauan Riau. Diduga kapal tersebut melakukan tindak pidana pencurian sekitar 300 ribu barel minyak mentah dari Kamboja.

Panglima Koarmada I (Pangkoarmada I) Laksda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P. dalam keterangannya di Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam, Selasa (24/8) mengatakan, intensitas operasi laut yang dilakukan TNI AL dalam hal ini Koarmada I membuahkan hasil, KRI John Lie-358 menangkap tanker MT. Strovolos di wilayah perairan Anambas yang merupakan perairan teritorial Indonesia pada tanggal 27 Juli 2021.

Dikatakannya, penangkapan tanker berbendera Bahamas itu berawal dari nota diplomatik red notice yang dikeluarkan oleh pemerintah Kamboja melalui kedutaan besarnya tertanggal 24 Juli 2021.

Yakni tentang permohonan dukungan otoritas terkait di Indonesia untuk menahan kapal MT. Strovolos bendera Bahamas, GT 28.546 yang diduga melakukan tindak pidana pencurian sekitar 300.000 barel minyak mentah dari Kamboja.

Dari hasil penyelidikan awal kapal MT. Strovolos dinakhodai pria berinisial SSM yang berkebangsaan Bangladesh membawa 19 ABK, 13 orang di antaranya berkewarganegaraan India, 3 orang Warga Negara Bangladesh. Dan 3 orang Warga Negara Myanmar.

Tanker itu memuat Crude Oil 297.686,518 Gross BBLS yang berlayar dari Thailand menuju Batam dengan tidak mengaktifkan AIS (Automatic Identification System).

Saat berlayar di wilayah perairan Indonesia. Kapal tersebut juga melakukan lego jangkar tanpa izin di wilayah teritorial Indonesia.

Dengan adanya bukti awal pelanggaran hukum positif nasional yang berlaku, KRI John Lie-358 selanjutnya mengawal Mt. Strovolus menuju Batam untuk diserahkan dan diproses lanjut oleh Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam pada Jumat (30/7) lalu.

Sampai saat ini proses hukum perkaranya telah dilaksanakan penyerahan tahap I dari Penyidik TNI AL kepada Kejaksaan Negeri Batam, selanjutnya menunggu proses P-21 atau dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Batam.

Nakhoda Kapal MT. Strovolos Berbendera Bahamas GT 28.546 ditetapkan sebagai tersangka yang diduga melakukan lego jangkar di laut teritorial Indonesia tanpa izin melanggar Pasal 317 Jo Pasal 193 ayat (1) Undang-Undang No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran.

“Ancaman pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp. 200 juta,” pungkasnya.(*/red)