Barang bukti motor yang diamankan dari tersangka kasus pencurian, RA dan DG. Foto: ist

KEPRI (BATAMLAGI.COM) – Dua maling motor berinisial ARA dan DG dibekuk Tim Opsnal Dit Reskrimum Polda Kepri. Sebanyak 7 motor berbagai merek diamankan dari para tersangka.

Dir Reskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Jefri Ronal Parulian Siagian, S.IK., M.H mengatakan, terdapat 4 Laporan Polisi sepanjang bulan Juli hingga Agustus 2021. Dari keterangan korban hampir sama, di mana para korban ini memarkirkan sepeda motornya di halaman rumah dalam keadaan terkunci.

“Kemudian di pagi harinya saat motor korban hendak digunakan, didapati bahwa motor korban sudah tidak berada di tempat atau dicuri oleh tersangka,” ungkap Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Jefri Ronal Parulian Siagian didampingi Ps. Paur Subbidpenmas Bidhumas Polda Kepri Ipda Husnul Afkar saat Konferensi Pers di Mapolda Kepri, Rabu (25/8).

Mendapat laporan tersebut Direktorat Kriminal Umum Polda Kepri bergerak cepat, dan berhasil mengungkap tindak pidana pencurian motor ini dengan mengamankan dua orang tersangka berinisial ARA dan DG.

Pengakuan kedua tersangka kepada polisi, mereka telah mencuri motor sebanyak 9 kali di wilayah Kota Batam. Caranya dengan mencongkel kontak motor korban menggunakan kunci T, lalu membawa lari motor korban.

Para pelaku mencari mangsa pada malam hari, dengan melihat kendaraan bermotor yang ada di sekitar rumah korban, dengan pintu pagar yang tidak terkunci. Saat ada kesempatan, para pelaku beraksi.

Selanjutnya, hasil curian itu dijual kepada penadah yang saat ini masih dalam pencarian. Polisi terus melakukan pengembangan kasus tersebut, karena sampai saat ini masih ada dua orang tersangka yang statusnya DPO (Daftar Pencarian Orang).

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti 7 motor berbagai merek, 1 kunci pas dengan bentuk segitiga, 1 besi berbentuk runcing dengan ukuran 6 centimeter, 1 kunci dengan ukuran 17 berwarna silver, 1 handphone warna silver.

Atas perbuatanya, tersangka ARA dan DG dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Pada kesempatan itu, Dir Reskrimum mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan roda duanya dapat melakukan pengenalan, dengan datang ke Mapolda Kepri.

“Dengan membawa identitas kendaraannya yaitu STNK serta BPKB. Tidak dipungut biaya,” pungkasnya.(*/red)