BATAM (BATAMLAGI.COM) – Walikota Batam, Muhammad Rudi kembali mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Batam tanggal 24 Agustus 2021. Area publik diminta memakai aplikasi Peduli Lindungi yakni, aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah dalam pelacakan untuk menghentikan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

“Dalam SE Nomor 47 tahun 2021 tersebut, PPKM di Batam dilanjutkan dari 24 Agustus hingga 6 September 2021. Hal ini berdasarkan instruksi Menteri dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2021,” ujar Rudi dalam SE tersebut.

Disebutkan, penyelenggaran pembelajaran tatap muka terbatas SDLB, MILB, SMPLB dan SMLB, MALB maksimal 62 persen hingga 100 persen dengan menjaga minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

“PAUD maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter, dan maksimal lima peserta didik per kelas,” paparnya.

Untuk pelaksanaan kegiatan di perkantoran diberlakjkan 75 persen work from home (WFH) dan 25 persen untuk work from office (WFO) dengan penerapan protokol lebih ketat.

Pasar tradisional hingga cucian kendaraan, warung makan, pedagang kali lima diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat.

Restoran/ rumah makan dan kafe skala kecil, sedang dan besar di lokasi sendiri atau pusat perbelanjaan dapat melayani makan di tempat.

“Dan jam operasional dibatasi sampai pukul 20.00 WIB, dengan kapasitas pengunjung 25 persen, dua orang per meja dan menerima makan bawa pulang (take away),” terangnya.

Sedangkan untuk kegiatan mal diizinkan beroperasi 50 persen dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB dengan menggunakan aplikasi peduli lindungi dan prokes lebih ketat.

“Tempat ibadah dapat mengadakan kegiatn beribadatan dengan kapasitas maksimal 25 persen atau maksimal 50 orang,” tulisnya.

Lalu, untuk kegiatan di area publik, kegiatan seni, budaya sosial kemasyarakatan, sudah diperbolehkan beroperasi 50 persen dengan menggunakan aplikasi peduli lindungi dan prokes.

Kegiatan olahraga/ pertandingan olahraga diperbolehkan tanpa penonton dengan prokes ketat.

“Resepsi pernikahan atau hajatan maksimal 50 persen dari kapasitas dan tidak ada hidangan makanan. Dan diwajibkan (hadirin) negatif RT-PCR atau antigen 25 persen dari kapasitas,” lanjutnya.(*/red)