Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker, Haiyani Rumondang. Foto Kemnaker

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengamankan 55 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Hotel Penuin, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yang menjadi tempat isolasi CPMI pada Kamis (19/8). CPMI itu diduga akan diberangkatkan ke Singapura.

Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker, Haiyani Rumondang, Minggu (22/8), mengatakan, pada sidak pertama, Senin (16/8), tim menemukan 45 CPMI berdokumen dan 1 CPMI tidak memiliki dokumen lengkap.

Lalu saat menindaklanjuti dan pengembangan, kembali ditemukan 10 CPMI oleh Tim Pengawas Ketenagakerjaan bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Polresta Batam.

Haiyani menjelaskan, Tim Pengawas Ketenagakerjaan bersama BP2MI Kota Batam dan Polresta Batam di lapangan juga telah mengamankan 53 paspor CPMI. Hal ini dilakukan untuk memastikan perlindungan terhadap CPMI tersebut.

“Tim pengawas ketenagakerjaan dan Tim BP2MI Batam akan memastikan P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) yang merekrut dan menempatkan CPMI tersebut bertanggung jawab memberikan jaminan pelindungan sampai ditempatkan ke negara Singapura,” kata Haiyani.

Haiyani menegaskan, pemerintah memiliki komitmen sangat kuat dalam menghadirkan negara untuk memberikan pelindungan kepada PMI sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Sementara Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan (Direktorat Binariksa) Kemnaker, Yuli Adiratna, mengatakan, dari hasil pengembangan sidak, juga ditemukan P3MI yang akan memberangkatkan CPMI ke Singapura tersebut tanpa melalui Association of Employment Agencies Singapore (AEAS), mengingat asosiasi tersebut tak memiliki izin di Indonesia.

“Selain 53 paspor, dua CPMI tak memegang paspor karena mengaku diambil oleh orang yang diduga sponsor. Total jumlah CPMI yang berada di Hotel Penuin sejumlah 55 orang CPMI, yang awalnya 45 CPMI,” kata Yuli.(kem/red)