Ilustrasi pelaku pencabulan di penjara.

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Dokter berinisial DS (38) dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman penjara selama 1,2 tahun, Kamis (19/8). Agenda pembacaan surat tuntutan dilakukan secara online.

Dalam kasus ini, terdakwa dijerat pasal 249 KUHP ayat 2 dengan diancam pidana paling lama 7 tahun penjara, karena diduga melakukan pencabulan kepada sang pasien berinisial VS (22) pada April lalu di klinik terdakwa di bilangan Batamcentre.

Atas tuntutan jaksa Herlambang Adhi Nugroho, DS akan melakukan pembelaan atau pledoi, yang agendanya akan dibacakan pada Selasa (24/8).

Sementara itu, barang bukti berupa satu kondom bergerigi berbahan silikon, steril water, sarung tangan, dan pelumas yang diduga digunakan untuk mencabuli korbannya, dimusnahkan.

Sebagaimana diketahui, DS ditetapkan sebagai tersangka sejak ditangkap Polsek Batam Kota pada tanggal 13 April 2021 lalu. DS diduga melakukan tindakan tak senonoh terhadap pasiennya yang datang untuk memeriksakan keluhannya di sekitar areal kewanitaannya. Parahnya saat memeriksa pasien beda jenis tersebut, tanpa ada pendamping paramedis.

Selain hukuman kurungan, jika terbukti bersalah, terdakwa dapat disanksi berupa pencabutan Surat Izin Praktik (SIP) yang mekanismenya melalui Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Provinsi Kepri.

Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi kepada wartawan mengatakan, atas kasus tersebut, selama belum divonis bersalah, pihaknya masih menggunakan azas praduga tak bersalah.

Katanya, kasus asusila yang dilakukan oleh oknum dokter juga pernah terjadi beberapa waktu lalu di Sei Lekop, Sagulung, Batam. Namun oknum dokter tersebut dinyatakan tak bersalah oleh pengadilan. Sehingga dibebaskan dari segala tuntutan.

“Nama baiknya sudah dipulihkan. Dan sudah kembali bertugas di Sei Lekop,” kata Didi. Apakah kali ini terdakwa akan bebas dari jeratan hukum lagi?(*/red)