Walikota Batam Muhammad Rudi, Gub Kepri dan Pimpinan Forkopimda saat mendampingi
Wakapolri, Komjen Gatot Eddy Pramono, Senin (9/8). Foto ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Batam sudah 62,48 persen hingga tanggal 8 Agustus. Sedangkan stok vaksin di Batam dari total 83.216 vial, sudah digunakan 74.339 vial dan sisa 8.874 vial. Diyakini hingga 16 Agustus vaksinasi capai 70 persen.

“Sampai tanggal 8 Agustus, sudah 62,48 persen. Kami yakin, pada 16 Agustus nanti sudah mencapai 70 persen,” kata Muhammad Rudi, Walikota Batam sekaligus Kepala BP Batam, usai meninjau vaksinasi di Maha Vihara Duta Maitreya, di Kelurahan Seipanas, Kecamatan Batamkota, Kota Batam, Senin (9/8).

Pada hari yang sama, Rudi juga mendampingi Wakapolri, Komjen Gatot Eddy Pramono, meninjau Posko PPKM di Mega Legenda, Batam Kota.

Data Pemerintah Kota (Pemko) Kota Batam, dari total sasaran vaksinasi sebanyak 907.317 orang, sudah 556.885 orang sudah divaksin. Kemudian, stok vaksin di Batam dari total 83.216 vial, sudah digunakan 74.339 vial dan sisa 8.874 vial.

“Penyuntikan vaksin akan terus dilaksanakan hingga masyarakat tak perlu khawatir tidak mendapat vaksin,” kata Rudi.

Ia mengatakan, untuk stok vaksin, pihaknya terus meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri memprioritaskan Kota Batam. Alasannya, mayoritas warga Kepri berada di Kota Batam.

“Batam lokomotif ekonomi Kepri, saya rasa Batam didahulukan. Kalau ada dari Pusat diminta dibagi secara proporsional,” katanya.

Di kesempatan itu, Rudi juga berpesan, bagi warga yang sudah divaksin agar tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pasalnya vaksin hanya akan meningkatkan imun tubuh dalam melawan Covid-19.

“Protokol kesehatan tak boleh kendur. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, hindari kerumunan, dan kurangi mobilitas,” katanya.

Selain dengan penerapan protokol kesehatan, penanganan Covid-19 di Batam juga dilakukan dengan melakukan 3T yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment).

“Untuk perawatan, tidak ada lagi yang isolasi mandiri (Isoman), semua harus menjalani isolasi terpusat di Asrama Haji,” katanya.(mc/red)