Suasana penutupan Olimpiade Tokyo 2020 di Stadion Nasional (Olympic Stadium) Tokyo, Minggu (8/8) malam. Foto: Reuters.

OLIMPIADE Tokyo 2020 yang telah berlangsung selama 16 hari resmi ditutup. Penutupan dilakukan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, dalam upacara di Stadion Nasional (Olympic Stadium) Tokyo, Minggu (8/8) malam.

Acara penutupan diikuti tarian yang kemudian berlanjut dengan alunan piano “Clair de Lune” dari Claude Debussy, komponis berkebangsaan Prancis, bersamaan menutupnya kaldron api Olimpiade.

Kembang api menghiasi langit Stadion Nasional Tokyo, kemudian diikuti dengan tulisan digital “Arigato,” yang berarti terima kasih dalam bahasa Jepang, terpampang besar.

Dalam pidato penutupan, Bach berterima kasih pada atlet yang telah berjuang di Olimpiade Tokyo, dan menjunjung tinggi solidaritas di bawah atap Kampung Atlet.

“Banyak tantangan yang harus dihadapi karena pandemi… dan, Olimpiade ini menumbuhkan harapan,” kata Bach.

Tak lupa, Bach berterima kasih kepada semua relawan atas upaya dan bantuan, juga kepada Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dan Gubernur Tokyo Yuriko Koike, serta Ketua Panitia Olimpiade Tokyo 2020, Seiko Hashimoto.

Klasemen akhir medali Olimpiade

Kontingen Amerika Serikat keluar sebagai juara umum berdasarkan klasemen akhir perolehan medali menjelang upacara penutupan, Minggu.

Sementara itu, Indonesia yang ketika seluruh atletnya rampung bertanding dan meninggalkan Tokyo pada Senin (2/8) berada di peringkat ke-35, kini berakhir di posisi ke-55 dalam klasemen akhir medali, demikian catatan laman resmi Olimpiade.

AS yang hingga hari penutupan masih menduduki peringkat kedua, mengambil alih posisi juara umum Olimpiade Tokyo berkat raihan tiga medali emas tambahan pada hari terakhir kompetisi ketika China –yang sebelumnya ada di puncak– gagal menambah satu emas pun.

Dengan tambahan tersebut, AS mempertahankan gelar juara umum Olimpiade tiga edisi beruntun. Berikut tabel perolehan medali 10 besar di Olimpiade Tokyo 2020:

Sumber: Antara