Barang bukti sabu yang diamankan dari dua tersangka, RM dan K. Foto: BatamLagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Dua pelaku peredaran narkotika berinisial RM dan K dibekuk aparat. Keduanya kurir dan pemilik barang haram tersebut. Sedangkan satu pelaku berinisial UN, yang disebut-sebut juga sebagai pemilik diburu polisi.

Informasinya, RM yang berdomisili di Nongsa, Batam, dibekuk petugas di Bandara Hang Nadim, Kamis (29/7) pagi. Saat itu ia bersiap akan terbang dengan pesawat rute Batam – Jakarta – Bali.

Namun, petugas yang curiga dengan gerak-geriknya mengamankan. Ternyata, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata ada barang yang belakangan diketahui sabu di anus dan selangkangan.

Hasil pemeriksaan ditemukan barang bukti satu bungkus sabu-sabu seberat 99,5 gram yang disimpan di bagian selangkangan. Saat dilakukan rontgen, ditemukan satu bungkus sabu seberat 99,2 gram di anus pelaku.

Tak habis pikir, dua bungkusan berbentuk seperti telur ayam itu bisa ‘disimpan’ di perutnya. Berisi sabu-sabu, berdiameter sekitar 3 centimeter dan panjang sekitar 5 centimeter. Dibungkus plastik bening.

Saat ekspos kasus ini, Kasat Narkoba Polresta Barelang Kompol Lulik Febyantara sangat menyanyangkan perbuatan pelaku, apalagi jika barang tersebut pecah di dalam perutnya.

“Kalau pecah di dalam, gimana?” tanya pria yang akrab dipanggil Lulik ini kepada tersangka, Senin (2/8).

Bentuk telur ayam memang agak lebih besar dari yang bisa ditemukan pada kasus-kasus sebelumnya. Benda lunak itu pun bisa keluar melalui dubur usai menenggak obat pencahar.

Usai penangkapan RM, kasus tersebut ditindaklanjuti, teman pelaku berinisial K yang merupakan pemilik barang baram tersebut berhasil dibekuk. Polisi juga berhasil mengamankan 7 paket sabu dengan total 572 gram.

Menurut Kasat, K merupakan pemain lama di peredaran narkotika, dan sudah dua kali mengirimkan sabu-sabu. Dalam kasus ini, polisi masih memburu pria berinisial UN yang disebut-sebut sebagai atasan K yang sudah kabur dari Batam. Selain RM, ada lagi kurir berinisial R yang diamankan di Polda Bali.(*/red)