Jenazah Harjito saat berada di depan kamar mayat RSBK, Batam. Foto keluarga untuk BatamLagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Diduga over dosis, Harjito (49) warga Perumahan Bepede, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, meninggal dunia, Rabu (28/7). Bapak empat anak ini sebelumnya divaksin dua dosis sekaligus dalam sehari. Lalu dinyatakan positif Covid-19.

“Dokter yang bertanggungjawab pada saat vaksinasi itu mengakui bahwa almarhum hari itu divaksin dua kali oleh vaksinator berbeda. Dia mengatakan ada miss komunikasi hari itu. Ada surat pernyataan dokter,” ujar Erry Syahrial, Ketua RT 01, RW 04, Perumahan Bepede, kepada wartawan, Kamis (29/7).

Dikatakan pria yang akrab dipanggil Erry ini, sebelumnya Harjito mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan Apindo Kepri pada tanggal Minggu 11 Juli. Lalu, menurut Erry, almarhum bercerita jika dirinya hanya mengikuti arahan relawan atau petugas vaksinasi tersebut. Setelah disuntik dosis pertama, dia disuruh petugas untuk duduk di kursi. Dia tidak tahu itu kursi orang yang belum disuntik. Kemudian dipanggil dan diarahkan ke petugas vaksinator untuk disuntik vaksin lagi.

“Dia (almarhum) nggak sadar kalau mau disuntik lagi. Setelah selesai baru sadar,” ucap Erry.

Setelah itu lanjut Erry, Harjito sempat berkonsultasi dengan dokter Calvin, yang mengaku sebagai penanggungjawab vaksinator. Calvin menyarankan jika terjadi keluhan pasca vaksinasi, Harjito segera memberitahukannya agar dapat diberi tindakan lanjutan. Namun, saat Harjito mengeluhkan kondisinya, Calvin malah tak menanggapinya.

“Asam lambung kambuh, meriang, batuk, dan keluhan lain, tanggal 15 Juli dia (Harjito) WA yang bersangkutan, tapi tak ditanggapi,” paparnya.

Masih, kata Erry, almarhum sempat kerja beberapa hari, dan ikut juga rapat membahas persiapan Idul Adha, tapi pulang duluan karena tak enak badan. Seiring waktu, kesehatannya semakin memburuk, sehingga dirawat di RS Budi Kemuliaan (RSBK), Batam.

“Masuk rumah sakit pada tanggal 22 Juli. Tanggal 23 Juli jalani swab PCR. Pada tanggal 24 Juli hasilnya keluar dan positif Covid-19. Tanggal 28 meninggal dunia,” ucap Erry.

Dengan peristiwa tersebut, keluarga, tambah Erry, sangat berharap ada jawaban yang pasti penyebab kematian Harjito, meski hasil PCR sebelum meninggal dunia positif Covid-19. Apalagi, Harjito jatuh sakit setelah menjalani vaksinasi dan mendapatkan dosis yang berlebih. Istri almarhum berharap dengan kasus yang menimpa suaminya itu ada kepastian.

“Apa karena efek vaksin atau karena covid. Ini yang sebetulnya harus dijawab,” ujar Erry.

Erry juga menjelaskan, jika istri dan dua dari empat anak Harjito saat ini juga terkonfirmasi positif Covid-19.

“Istri dan dua orang anaknya yang positif, isoman (Isolasi mandiri) di rumah. Dua anaknya lagi kami pisah, isoman di salah satu rumah warga,” imbuhnya.

Erry juga menambahkan, hingga saat ini, belum ada tanggapan dari Apindo Kepri sebagai penyelenggara ataupun pihak-pihak terkait lainnya. Pihak Apindo atau Dinkes juga belum mendatangi rumah mendiang.

“Diharapkan kasus ini menjadi pelajaran bagi penyelenggara vaksinasi. Jangan sampai kasus serupa terulang,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Apindo Kepri, Ir Cahya yang dikonfirmasi wartawan ini, Kamis (29/7), terkait peristiwa tersebut dengan mengirim pesan elektronik ke selulernya belum membalas.(*/red)